Saham 2 Emiten Farmasi Meroket 2 Kali Lipat dalam Sepekan

Reporter

Aktivitas pekerja di pabrik obat PT Indofarma (persero) Cibitung, Bekasi, Selasa (10/04). PT Indofarma akan melakukan investasi sebesar Rp 100 milliar untuk mengembangkan produksi generik dan herbal dan memenuhi kebutuhan bahan baku yang saat ini 90% masih Impor. TEMPO/Dasril Roszandi

TEMPO.CO, Jakarta - Harga saham dua emiten farmasi, PT Indofarma Tbk dan PT Kimia Farma Tbk., melonjak lebih dari dua kali lipat hanya dalam sepekan perdagangan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, saham Indofarma (INAF) mengalami kenaikan paling sepanjang perdagangan 20 Juli–24 Juli 2020 hingga 133,04 persen dan berakhir di posisi Rp 2.610 per saham dari level Rp 1.120 pada pekan sebelumnya.

Selain INAF, saham Kimia Farma meroket lebih dari dua kali lipat. Harga saham emiten bersandi KAEF tersebut tercatat melonjak 114,06 persen ke level Rp 2.740 dari Rp 1.280 per saham pekan sebelumnya.

Reli saham kedua emiten, beserta sejumlah saham emiten farmasi lainnya, tak terlepas dari kabar perkembangan vaksin Covid-19 di dalam negeri. KAEF dan INAF digadang-gadang menjadi distributor vaksin yang dibuat oleh holding BUMN Farmasi, PT Bio Farma (Persero). 

Bio Farma tengah bekerja sama dengan Sinovac Biotech Ltd untuk pengembangan vaksin Covid-19. Rencananya, uji klinis fase tiga akan dilakukan induk Holding BUMN Farmasi itu pada Juli 2020.

Direktur Utama Indofarma Arief Pramuhanto mengungkapkan kerja sama pengembangan vaksin dilakukan oleh Bio Farma dan Sinovac. Bio Farma menurutnya memiliki fokus di bidang produksi vaksin.

“Kami itu nantinya bertugas distribusi, jadi Bio Farma yang membuat vaksin,” ujarnya di Jakarta, 20 Juli 2020.

Arief mengungkapkan distribusi akan dilakukan emiten berkode saham INAF itu bersama anak usaha holding lainnya, PT Kimia Farma Tbk. (KAEF). Selama ini, pembagian distribusi oleh keduanya dilakukan dengan besaran porsi 50:50.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami peningkatan sebesar 0,07 persen atau berada di level 5.082,991, dibandingkan dengan level 5.079,585 pada pekan sebelumnya.

Sejalan dengan peningkatan indeks, nilai kapitalisasi pasar bursa juga mengalami peningkatan sebesar 0,09 persen menjadi Rp 5.890,664 triliun, dari Rp 5.885,438 pada pekan lalu.

Dalam sepekan terakhir, volume transaksi harian di bursa naik 23,56 persen menjadi 10,52 miliar unit saham, dibandingkan dengan pekan lalu sebanyak 8,52 miliar unit saham.

BISNIS






Menperin: Industri Farmasi Kuasai Pasar Domestik, Tapi 90 Persen Bahan Bakunya Masih Impor

16 jam lalu

Menperin: Industri Farmasi Kuasai Pasar Domestik, Tapi 90 Persen Bahan Bakunya Masih Impor

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan saat ini industri farmasi nasional telah menguasai pasar obat sekitar 89 persen.


Industri Farmasi Mengaku Terpukul Selama Obat Sirup Ditarik dari Peredaran

4 hari lalu

Industri Farmasi Mengaku Terpukul Selama Obat Sirup Ditarik dari Peredaran

Sebelumnya, obat sirup dilarang beredar karena mengandung etilen glikol dan dietilen glikol yang tidak sesuai batas yang diatur BPOM.


IHSG Turun ke Zona Merah di Sesi Pertama, GoTo dan BUMI Paling Ramai Diperdagangkan

9 hari lalu

IHSG Turun ke Zona Merah di Sesi Pertama, GoTo dan BUMI Paling Ramai Diperdagangkan

IHSG kembali turun ke zona merah di sesi pertama perdagangan hari ini. Menurut analisis PT Samuel Sekuritas Indonesia indeks menutup sesi di level harha 7.006,5.


Emiten TBS Energi Catat Laba Bersih USD 54,75 Juta, Naik 60 Persen

10 hari lalu

Emiten TBS Energi Catat Laba Bersih USD 54,75 Juta, Naik 60 Persen

Emiten tambang batu bara PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) mencetak peningkatan kinerja hingga September 2022


Bursa Efek Umumkan Potensi Delisting ke Empat Emiten Ini, Penyebabnya?

12 hari lalu

Bursa Efek Umumkan Potensi Delisting ke Empat Emiten Ini, Penyebabnya?

Bursa Efek Indonesia telah mengumumkan 4 emiten di Bursa yang berpotensi mengalami delisting.


Sebelum Akhir Tahun, Berikut Daftar Emiten-emiten yang Tebar Dividen Setelah BCA

13 hari lalu

Sebelum Akhir Tahun, Berikut Daftar Emiten-emiten yang Tebar Dividen Setelah BCA

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi satu dari 5 emiten yang bakal membagikan dividen interim dalam waktu dekat.


Bursa Efek Indonesia Suspensi Saham PT Hanson International, Sebab...

14 hari lalu

Bursa Efek Indonesia Suspensi Saham PT Hanson International, Sebab...

Hanson International telah dikenakan notasi khusus selama lebih dari satu tahun berturut-turut sejak tanggal 14 Oktober 2021.


IHSG Menghijau di Sesi Pertama, Saham BUMI Paling Aktif Dijualbelikan

15 hari lalu

IHSG Menghijau di Sesi Pertama, Saham BUMI Paling Aktif Dijualbelikan

Indeks sektor energi (IDXENERGY) menjadi indeks sektoral IHSG yang menutup sesi pertama hari ini dengan penguatan tertinggi.


IHSG Melemah di Sesi Pertama, Indeks Sektor Teknologi Paling Lesu

17 hari lalu

IHSG Melemah di Sesi Pertama, Indeks Sektor Teknologi Paling Lesu

IHSG menutup sesi pertama perdagangan Senin, 21 November 2022, di level 7.057,8 atau turun 0,34 persen dari angka penutupan Jumat, 18 November 2022, di level 7.082,1.


WHO Dukung Adanya Aturan Antar Perusahaan Farmasi

20 hari lalu

WHO Dukung Adanya Aturan Antar Perusahaan Farmasi

WHO mendukung aturan baru antar perusahaan farmasi mengenai harga dan produk apa pun yang mereka buat dalam memerangi darurat kesehatan global.