Kisah Desa Gohong Menjaga Lahan Gambut dari Kebakaran

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga dan Fasdes cek alat TMA utk deteksi dini kekeringan lahan gambut.

    Warga dan Fasdes cek alat TMA utk deteksi dini kekeringan lahan gambut.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Desa Gohong, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Yanto Adam berbagi cerita bagaimana desa Gohong sukses menjaga lahan gambut dari kebakaran. Kisah ini merupakan salah satu contoh strategi restorasi gambut di sejumlah daerah di Indonesia.

    "Desa Gohong merupakan salah satu desa yang berhasil menjaga lahan gambut dengan Program Peduli Gambut. Sejak tahun 2016, warga Desa Gohong sudah tidak membuka lahan dengan membakar," ungkap Yanto dalam acara Dialog Khusus Tempo, yang disiarkan secara virtual, Jakarta, 23 Juli 2020.

    Ia mengatakan bahwa restorasi gambut di Desa Gohong banyak dikelola oleh swadaya masyarakat lokal. Hanya lembaga tertentu saja, kata Yanto, yang turut andil dalam menjaga lahan gambut di daerah tersebut. Namun demikian, ia mengapresiasi pemerintah khususnya Badan Restorasi Gambut, karena penguatan restorasi gambut semakin terasa dampaknya.

    Yanto menceritakan proses menjaga ekosistem dan lahan Desa Gohong sempat terkendala karena kurangnya fasilitas dan lemahnya pemahaman masyarakat tentang restorasi gambut. Namun, dengan kehadiran BRG (Badan Restorasi Gambut) yang dibentuk sejak 2016, Desa Gohong mendapat penambahan fasilitas sekat kanal sebanyak 196 unit dan sumur bor 673 unit sebagai sumber daya untuk penguatan lahan gambut.

    ADVERTISEMENT

    Selain itu Desa Gohong juga menerima bantuan menara pemantau api sebanyak 1 unit, dan Pemanau Tinggi Muka Air (TMA) sebanyak 1 unit.

    Restorasi lahan gambut yang dilakukan masyarakat adalah revegetasi pembukaan lahan tanpa bakar seluas 8 hektare di Handel Landain untuk jenis tanaman padi gunung sebesar 200 juta pada tahun 2017. "Jadi, sejak 2016 desa kami tidak membuka lahan dengan pembakaran," kata Yanto

    Adapun lahan di Desa Gohong sebagian besar merupakan lahan gambut. Luas tanah gambut di desa tersebut adalah 60 persen dari luas wilayah Desa Gohong yang setara dengan 30.622 Ha dari gambut tipis dengan kedalaman 0,5 meter sampai dengan di atas 3 meter.

    YEREMIAS A. SANTOSO | ALI HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.