Mau Ekspor Sayur ke Negeri Sakura? Simak Tips Pengusaha Jepang

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sayur pakis. Wikimedia/Malcolm Koo.CC-BY-SA 4.0

    Ilustrasi sayur pakis. Wikimedia/Malcolm Koo.CC-BY-SA 4.0

    Jakarta - Dua pengusaha asal Jepang berbagi tips mengenai cara memulai bisnis dengan importir makanan negeri Sakura, khususnya untuk produk sayur dan buah. Salah satunya, pihak Jepang akan memeriksa seluruh proses pengolahan makanan.

    "Pihak Jepang biasanya melakukan peninjauan langsung ke pabik," kata perwakilan Food & Materials Yagi Tsusho Co. Ltd., Hiroo Tokoro, dalam keterangan resmi Kementerian Perdagangan pada Kamis, 23 Juli 2020. Selain Hiroo, hadir juga perwakilan Nanyang Trading Co., Katsunari Kasugai.

    Mereka akan menanyakan spesifikasi produk yang akan diimpor. Lalu, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh meliputi langah produksi, penggunaan jenis pestisida untuk produk pertanian, dan rekam jejak sumber produk yang dihasilkan.

    Selain itu, pihak Jepang juga akan melihat konsistensi produk dengan sampel awal. Menurut Hiroo dan Katsunari, hal ini harus dijaga. "Agar bisnis antara pelaku usaha Jepang dan Indonesia dapat bertahan lama," kata dia.

    Tips ini mereka berikan di tengah adanya tren kenaikan ekspor sayur dan buah ke Jepang selama pandemi Covid-19 ini. Sepanjang kuartal pertama 2020, ekspor sayur ke Jepang meningkat sebesar 24,2 persen (year-on-year/yoy).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada Generalized Anxiety Disorder, Gangguan Kecemasan Berlebihan

    Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah suatu gangguan yang menyerang psikis seseorang. Gangguannya berupa kecemasan dan khawatir yang berlebih.