Kemenkeu: Sisa Penerbitan SBN Semester II Rp 900,4 Triliun

Reporter

Direktur Jenderal Pengelolaan dan Pembiayaan Risiko Kementerian Keuanan Luky Alfirman saat meluncurkan surat utang berharga negara (SBN) syariah seri Sukuk Tabungn ST-003 di Restoran Bunga Rampai, Jakarta Pusat, Jumat 1 Februari 2019. TEMPO/Dias Prasongko

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengatakan sisa penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) Semester II sebesar Rp 900,4 triliun.

"Kami telah menerbitkan SBN pada semester I kurang lebih Rp 630 triliun, jadi sisanya itu pada semester II harus menerbitkan Rp 900,4 triliun," ujar Luky dalam konferensi video, Jumat, 24 Juli 2020.

Luky mengatakan skema berbagi beban antara pemerintah dan Bank Indonesia berperan penting dalam menjaga sustainibilitas fiskal pemerintah. Berdasarkan Surat Keputusan Bersama II antara pemerintah dan Bank Indonesia, bank sentral bakal menanggung beban pembiayaan untuk public goods.

"Pembelian SBN ke BI melalui private placement sebesar Rp 397,56 triliun, sehingga supply SBN ke market di semester II adalah sekitar Rp 453 triliun," ujar Luky.

Di samping merealisasikan SKB II, pemerintah dan BI tetap menjalankan SKB I, yakni bank sentral akan menjadi pembeli siaga dalam lelang-lelang SBN. Hingga Juni 2020, BI telah menggelontorkan Rp 30,3 triliun untuk membeli surat utang pemerintah.

Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut, Luky mengatakan pada semester II pemerintah berencana menerbitkan SBN ritel sebesar Rp 35-40 triliun. Di samping menerbitkan Samurai Bonds Rp 13,5 triliun.

Kemudian, pemerintah juga akan melaksanakan lelang SBN pada semester II sekitar Rp35 triliun sampai 40 triliun per dua pekan. “Ini rata-rata jadi bisa saja saat lelang SBN kita ambil hanya Rp 32 triliun. Nanti ada satu lagi kita ambil Rp 45 triliun. Tapi kalau kita lihat selama satu semester ratenya ada di Rp 35 triliun sampai Rp 40 triliun,” tutur Luky.

Selain itu, ia mengatakan untuk rencana peminjaman luar negeri proyek atau kegiatan pada 2020 sebesar Rp 29,5 triliun. “Pinjaman proyek ini karena kondisi Covid-19, maka proyeknya agak kecil dan kita tunda. Tapi di semester II kita akan meraih sebesar Rp24 triliun,” ujarnya.

Selanjutnya, untuk rencana penarikan pinjaman program pada 2020 adalah sebesar US$ 7,3 miliar. Pada semester II, pemerintah berencana menarik pinjaman program sebesar US$ 5,5 miliar.

CAESAR AKBAR






Bank Indonesia: Selama Sepekan Modal Asing Masuk Rp 11,7 T, Mayoritas ke SBN

20 jam lalu

Bank Indonesia: Selama Sepekan Modal Asing Masuk Rp 11,7 T, Mayoritas ke SBN

Bank Indonesia (BI) mencatat terdapat aliran modal asing masuk bersih senilai Rp11,71 triliun.


Ini Perbedaan Modal Asing yang Keluar dari RI dan Negara Maju di 2022

2 hari lalu

Ini Perbedaan Modal Asing yang Keluar dari RI dan Negara Maju di 2022

Sri Mulyani menyebutkan terdapat modal asing keluar bersih alias net outflow sebesar Rp89,57 triliun.


Indonesia Kalah Sengketa Soal Ekspor Nikel, Apa Manfaat Nikel untuk Peralatan Militer?

2 hari lalu

Indonesia Kalah Sengketa Soal Ekspor Nikel, Apa Manfaat Nikel untuk Peralatan Militer?

Di banyak industri, bahan tambang nikel yang ditemukan pada 1751 ini sudah banyak digunakan, untuk apa saja? Salah satunya untuk peralatan militer.


11 Tahun OJK Gantikan Bapepam-LK, Konglomerasi Sistem Keuangan Jadi Alasan

3 hari lalu

11 Tahun OJK Gantikan Bapepam-LK, Konglomerasi Sistem Keuangan Jadi Alasan

Otoritas Jasa Keuangan atau OJK telah 11 tahun. Dibentuk menggantikan Bapepam-LK, saat terjadinya konglomerasi sistem keuangan pada 2009.


Bank Indonesia Catat Transaksi Bulanan Kartu Kredit Kisaran Rp 26 T hingga Rp 28 T Sejak 2018

3 hari lalu

Bank Indonesia Catat Transaksi Bulanan Kartu Kredit Kisaran Rp 26 T hingga Rp 28 T Sejak 2018

Bank Indonesia mencatat nilai transaksi kartu kredit sepanajang Januari-September 2022 tembus 250,47 juta dengan nilai transaksi sebesar Rp231,8 T.


Curhat Gubernur BI Mati-matian Stabilkan Rupiah, Cadangan Devisa Turun jadi USD 130,1 M

4 hari lalu

Curhat Gubernur BI Mati-matian Stabilkan Rupiah, Cadangan Devisa Turun jadi USD 130,1 M

Gubernur BI Perry Warjiyo blak-blakan menjelaskan bahwa pihaknya selama ini berupaya semaksimal mungkin agar bisa menstabilkan kurs rupiah.


Perry Warjiyo: Perpindahan Bank Indonesia ke IKN Masuk dalam Kebijakan 2023

5 hari lalu

Perry Warjiyo: Perpindahan Bank Indonesia ke IKN Masuk dalam Kebijakan 2023

BI mulai menyiapkan perpindahan bank sentral ke Ibu Kota Negara (IKN) baru pada 2023.


Ekonom Prediksi Rupiah Menguat di Akhir Tahun: Marak IPO dan Rights Issue

6 hari lalu

Ekonom Prediksi Rupiah Menguat di Akhir Tahun: Marak IPO dan Rights Issue

Potensi penguatan nilai tukar rupiah antara lain berasal dari faktor berkurangnya tekanan inflasi dan meningkatnya aktivitas di pasar modal.


4 Penyebab Kurs Rupiah Masih Melemah di Rentang 15.600-an per Dolar AS

6 hari lalu

4 Penyebab Kurs Rupiah Masih Melemah di Rentang 15.600-an per Dolar AS

Kurs rupiah terhadap dolar AS masih melemah kendati BI sudah mengerek suku bunga acuan atau BI 7 days repo rate (BI7DRR) menjadi 5,25 persen.


Prediksi Inflasi Pekan Ketiga November 0,13 Persen, BI Sebut Harga Telur dan Rokok Jadi Pemicu

7 hari lalu

Prediksi Inflasi Pekan Ketiga November 0,13 Persen, BI Sebut Harga Telur dan Rokok Jadi Pemicu

Bank Indonesia (BI) berdasarkan Survei Pemantauan Harga memperkirakan inflasi hingga minggu ketiga November 2022 mencapai 0,13 persen