Permudah Akses Kredit untuk UMKM, Bukalapak Rilis Bayar Tempo

Reporter

Aktivitas karyawan di Kantor Bukalapak, Jakarta, Selasa, 8 Oktober 2019. Bukalapak menjadi marketplace Indonesia pertama yang mendaftarkan Warung Mitra-nya pada fitur Google Bisnisku. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Bukalapak merilis fitur Bayar Tempo sebagai layanan pembiayaan untuk menjaga ketahanan dan permudah bisnis pelaku usaha mikro, kecil,dan menengah (UMKM), terutama di masa pandemi Covid-19.

“Kami menyadari masih terbatasnya akses terhadap produk pinjaman bagi UMKM dari sisi permodalan, terutama di tengah situasi pandemi ini," kata AVP of Investment & Financing Solutions Bukalapak, Dhinda Arisyiya melalui pernyataan tertulis, Kamis, 23 Juli 2020.

Adapun, layanan ini merupakan fasilitas limit kredit yang digunakan sebagai alternatif metode pembayaran bagi pelaku usaha rekanan guna mengisi ketersediaan produk grosir, dan juga untuk melakukan transaksi pembelian produk virtual di aplikasi Mitra Bukalapak.

Dhinda berharap Bayar Tempo ini bisa dijadikan sebagai salah satu solusi untuk membantu warung rekanan agar tetap berjualan, serta memiliki kemudahan transaksi walaupun belum sempat melakukan top up di aplikasi Mitra Bukalapak.

Layanan Bayar Tempo juga memungkinkan pemilik warung mitra Bukalapak menerima sejumlah limit pinjaman yang dapat digunakan berulang kali tanpa batas dan dapat dibayarkan kapanpun sebelum tanggal jatuh tempo. Jika warung Mitra membayar tagihan sebelum tanggal jatuh tempo, limit miliknya akan kembali seperti semula dan bisa dipakai untuk belanja lagi.

Guna memberi kemudahan, Bukalapak juga tidak menerapkan sistem bunga melainkan hanya 1 kali biaya layanan di awal bulan yang akan dikenakan apabila Mitra Bukalapak menggunakan limitnya.

Dalam menyediakan fitur ini, Bukalapak berkolaborasi bersama platform peer to peer (P2P) lending  Indodana yang sudah memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk tahap awal Bayar Tempo ini menyasar hingga ratusan ribu Warung Mitra Bukalapak yang aktif berbelanja dan berada dalam cakupan wilayah kerja rekanan penyedia fasilitas pembiayaan.

Fitur ini selanjutnya secara bertahap akan terus disempurnakan agar bisa dinikmati oleh lebih banyak lagi pemilik warung Mitra Bukalapak di seluruh Indonesia. 

Head of Business Development Indodana, Timothy Prawiromaruto mengatakan, pihaknya akan terus mengembangkan offering produk pinjaman produktif di sektor UMKM. Hal itu bertujuan guna terus meningkatkan inklusi keuangan.

"Hingga saat ini, pembiayaan produktif di Indodana sudah mencapai 30 persen dari portofolio pembiayaan," ucapnya.

EKO WAHYUDI






Sandiaga Optimistis KEK Morotai Mampu Bangkitkan Ekonomi: Target 4 Ribu Lapangan Kerja

58 menit lalu

Sandiaga Optimistis KEK Morotai Mampu Bangkitkan Ekonomi: Target 4 Ribu Lapangan Kerja

Sandiaga Uno optimistis keberadaan KEK Morotai mampu membangkitkan ekonomi dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya.


Bank Mega Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan D3 dan S1, Simak Persyaratannya

9 jam lalu

Bank Mega Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan D3 dan S1, Simak Persyaratannya

Bank Mega membuka lowongan kerja untuk sejumlah posisi bagi lulusan D3 dan S1. Apa saja persyaratannya?


Teten Masduki: Baru 4,1 Persen UMKM yang Terhubung Rantai Pasok Global

2 hari lalu

Teten Masduki: Baru 4,1 Persen UMKM yang Terhubung Rantai Pasok Global

Teten Masduki mengatakan pihaknya dan beberapa Kementerian/Lembaga mendapat tugas Presiden Jokowi untuk mendorong UMKM naik kelas.


Kredit Mikro BRI Bertumbuh 14,12 Persen

2 hari lalu

Kredit Mikro BRI Bertumbuh 14,12 Persen

Pertumbuhan kredit ditunjang masifnya strategi ekspansi, digitalisasi, dan pelibatan Holding Ultra Mikro.


Mahasiswa UGM Kembangkan Alat Peniris dan Penjernih Jelantah

2 hari lalu

Mahasiswa UGM Kembangkan Alat Peniris dan Penjernih Jelantah

Alat buatan mahasiswa UGM tersebut mudah digunakan dan membantu UMKM yang memproduksi kerupuk untuk meningkatkan daya tahan serta kualitas kerupuk.


Sandiaga Uno Ajak UMKM Kuliner Naik kelas

3 hari lalu

Sandiaga Uno Ajak UMKM Kuliner Naik kelas

Sandiaga Uno mencontohkan pengalamannya menjadi pengusaha. Awalnya cuma 3 pegawai, 25 tahun kemudian sudah punya 30 ribu pegawai.


Belanja PLN Terserap Rp 8,4 Triliun untuk UMKM

3 hari lalu

Belanja PLN Terserap Rp 8,4 Triliun untuk UMKM

Sekitar 4.356 UMKM terlibat dalam rantai pasok PLN.


Gempa Cianjur, OJK Sebut Debitur Bisa Mendapat Keringanan Kredit

3 hari lalu

Gempa Cianjur, OJK Sebut Debitur Bisa Mendapat Keringanan Kredit

OJK menyebutkan bahwa debitur terdampak gempa berkekuatan magnitudo 5,6 di Cianjur, Jawa Barat, berpotensi mendapatkan keringanan kredit.


Bank Indonesia Catat Transaksi Bulanan Kartu Kredit Kisaran Rp 26 T hingga Rp 28 T Sejak 2018

3 hari lalu

Bank Indonesia Catat Transaksi Bulanan Kartu Kredit Kisaran Rp 26 T hingga Rp 28 T Sejak 2018

Bank Indonesia mencatat nilai transaksi kartu kredit sepanajang Januari-September 2022 tembus 250,47 juta dengan nilai transaksi sebesar Rp231,8 T.


Menkop UKM Teten Masduki Berharap Industri Media Sehat

4 hari lalu

Menkop UKM Teten Masduki Berharap Industri Media Sehat

Para anggota AMSI merupakan pelaku industri media yang 75 persen diantaranya termasuk dalam industri UKM.