Rizal Ramli Anggap Lockdown 1 Bulan Efektif Tekan Covid-19

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Menteri Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli, yang sejak 5 Maret 2018 lalu mendeklarasikan diri siap maju menjadi calon presiden dalam pemilihan presiden 2019, kembali 'berkampanye' akan mengubah Indonesia dalam tiga hari jika terpilih menjadi Presiden. Hal itu diungkapkan Rizal saat memberi sambutan sebelum melepas rombongan mudik ke Padang di Masjid At-Tin, Jakarta Timur pada Ahad, 17 Juni 2018. TEMPO/Dewi Nurita

    Mantan Menteri Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli, yang sejak 5 Maret 2018 lalu mendeklarasikan diri siap maju menjadi calon presiden dalam pemilihan presiden 2019, kembali 'berkampanye' akan mengubah Indonesia dalam tiga hari jika terpilih menjadi Presiden. Hal itu diungkapkan Rizal saat memberi sambutan sebelum melepas rombongan mudik ke Padang di Masjid At-Tin, Jakarta Timur pada Ahad, 17 Juni 2018. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Rizal Ramli menganggap penerapan lockdown atau karantina wilayah total selama dua minggu sampai satu bulan lebih efektif menyelesaikan masalah penyebaran virus corona Covid-19.

    "Karena kalau Corona selesai, ekonomi otomatis membaik," kata Rizal dalam diskusi virtual, Kamis, 22 Juli 2020.

    Jika lockdown diterapkan, kata dia, selama satu bulan pemerintah harus memberi makan kepada rakyat yang miskin dan pekerja harian.

    Menurut dia, penerapan lockdown total akan membuat pemerintah mengeluarkan biaya yang besar.  "Tapi cuma buat satu bulan, setelah itu dampak economic-nya kecil," ujarnya.

    Sedangkan, dia menilai kebijakan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB merupakan kebijakan yang ragu-ragu. Dia melihat penerapan PSBB sudah enam bulan lebih dan nantinya akan terus berlanjut, karena Indonesia ternyata belum mencapai puncak penularan Covid-19.

    "Memang biaya financial (PSBB) lebih sedikit, tapi dampak economic cost-nya jauh lebih besar dengan cara menclamencle begini," kata dia.

    Beberapa daerah telah menerapkan PSBB untuk mengurangi penyebaran Covid-19. Namun, PSBB belakangan ini juga sudah mulai dilonggarkan agar perekonomian kembali bergerak dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

    Adapun secara nasional tercatat kasus positif Covid-19 sebanyak 93.657 orang, 36.911 orang dalam perawatan, 52.194 sembuh, dan 4.576 orang meninggal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Catatan Vaksin Sputnik V Buatan Rusia untuk Hadapi Wabah Virus Corona

    Vladimir Putin umumkan penakluk wabah virus corona berupa Vaksin Sputnik V. Penangkal Covid-19 itu memicu kritik karena prosesnya dianggap sembrono.