Kata Bos BCA Soal Tren Digital Payment

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menyampaikan keterangannya seusai membuka acara BCA Expo Jakarta 2019 yang digelar di International Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten, pada Sabtu, 26 Oktober 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Direktur PT Bank Central Asia (BCA) Jahja Setiaatmadja mengatakan perbankan di Indonesia menghadapi tantangan tren digitalisasi sistem pembayaran atau digital payment di tingkat global. Menurut dia, tren ini sudah diadopsi sejumlah perbankan di negara dengan penduduk besar, seperti Amerika Serikat, Cina, India, termasuk Indonesia.

Akan tetapi, Jahja meyakini perbankan tanah air masih akan mendominasi pembayaran digital untuk pasar tanah air. "Ini masalah siapa yang duluan (menggaet nasabah)," kata Jahja dalam webinar virtual di Jakarta, Kamis, 23 Juli 2020.

Jahja mengatakan digital payment punya karakter tersendiri, berbeda dengan kartu kredit. Untuk kartu kredit, seorang bisa memiliki 10 hingga 20 kartu dan dipilih tergantung promo yang ada. "Tapi untuk rutin payment (digital payment), 2 hingga 3, itu udah kebanyakan," kata dia.

Maka dalam posisi ini, perbankan mana yang mendapatkan kepercayaan nasabah, bakal dipakai. Sepanjang mereka menjaga kualitas layanan dan tidak mengecewakan nasabah mereka. "Jadi asing mau masuk, susah," kata dia.

Tren digitalisasi pembayaran di perbankan di dunia salah satunya terjadi lewat kehadiran WeBank yang didukung China Tencent Holdings Ltd. Meski tidak memiliki kantor fisik, bank ini bisa memberi pinjaman ke konsumen online dan membangun portofolio pinjaman lebih dari US$ 40 mliar.

Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) Supriyatno sepakat dengan Jahja. Menurut dia, nasabah akan menentukan pilihan mereka sendiri terhadap digital payment.

Meski sedang ada tren digital payment, Supriyatno menilai pasar yang bisa digarap perbankan ini cukup besar. Karena itu, tidak mungkin akan diurusi oleh satu perbankan saja. Selain itu, layanan yang saat ini ada juga masih tetap digunakan nasabah. "Seperti SMS banking," kata dia.

Sementara itu, Presiden Direktur DBS Paulus Sutisna menilai, perbankan ke depan akan menjadi semakin invisible. Bahkan, ke depan nasabah bisa mengecek langsung tabungan mereka di situs e-commerce dan platform seperti Go-Jek dan Grab.

Sehingga, transformasi teknologi menuju pembayaran digital di seperti di e-commerce juga menjadi salah satu arah bisnis DBS ke depannya. "Ini bagian dari arah digital bank kami," kata dia.

FAJAR PEBRIANTO






Kiat Memanfaatkan Keranjingan Orang Belanja Online

1 hari lalu

Kiat Memanfaatkan Keranjingan Orang Belanja Online

Kini masyarakat senang belanja online untuk barang kebutuhan di toko daring maupun marketplace. Berikut tips agar bisnis online lancar.


Samuel Sekuritas: IHSG Turun Cukup Dalam, Saham BCA Melemah usai Aksi Profit Taking

5 hari lalu

Samuel Sekuritas: IHSG Turun Cukup Dalam, Saham BCA Melemah usai Aksi Profit Taking

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup di level 7.020,8, atau turun 0,85 persen dibandingkan angka penutupan kemarin, (7.081,3).


Kemenko Perekonomian Beberkan 5 Sektor Usaha yang Bikin Ekonomi Digital RI Moncer

6 hari lalu

Kemenko Perekonomian Beberkan 5 Sektor Usaha yang Bikin Ekonomi Digital RI Moncer

Potensi ekonomi digital lainnya, kata Rudy, berasal dari startup yang jumlahnya mencapai 2.400.


Ekonom Prediksi Pengguna Paylater Akan Meningkat Pesat pada 2024, Apa Sebabnya?

6 hari lalu

Ekonom Prediksi Pengguna Paylater Akan Meningkat Pesat pada 2024, Apa Sebabnya?

Hasil studi Kredivo 2022 menunjukkan peningkatan penggunaan paylater yang sebelumnya pada 2021 sebesar 12 persen meningkat 17 persen pada 2022.


Mendag Prediksi Ekonomi Digital RI Tembus USD 77 Miliar pada 2022

6 hari lalu

Mendag Prediksi Ekonomi Digital RI Tembus USD 77 Miliar pada 2022

Mendag memperkirakan ekonomi digital Indonesia mencapai US$ 77 miliar pada 2022.


Nilai Transaksi E-wallet Bulanan Tembus Rp 35,1 Triliun, Tumbuh 58,6 Persen

7 hari lalu

Nilai Transaksi E-wallet Bulanan Tembus Rp 35,1 Triliun, Tumbuh 58,6 Persen

Riset yang menunjukkan transaksi uang elektronik atau e-wallet tumbuh pesat hingga 58,6 persen.


Bos Bukalapak Blak-blakan Soal Harapannya ke Song Joong Ki sebagai Brand Ambassador

8 hari lalu

Bos Bukalapak Blak-blakan Soal Harapannya ke Song Joong Ki sebagai Brand Ambassador

Presiden Bukalapak Teddy Oetomo blak-blakan menyebut harapannya pada aktor Korea Selatan Song Joong Ki yang jadi brand ambassador e-commerce itu.


Song Joong Ki Jadi Brand Ambassador, Bukalapak Segera Ekspansi ke Korea Selatan?

8 hari lalu

Song Joong Ki Jadi Brand Ambassador, Bukalapak Segera Ekspansi ke Korea Selatan?

Bukalapak tidak menutup kemungkinan akan melakukan ekspansi ke Korea Selatan setelah menggandeng aktor Song Joong Ki sebagai Brand Ambassador.


Bukalapak Gelar Itemku Gamecon, Konvensi Game dan NFT Pertama dan Terbesar di Indonesia

10 hari lalu

Bukalapak Gelar Itemku Gamecon, Konvensi Game dan NFT Pertama dan Terbesar di Indonesia

Bukalapak menggelar acara Itemku Gamecon pada 25-26 November 2022 di Senayan Park, Jakarta. Akan ada apa saja di acara tersebut?


Gunakan BCA Life Hospital 100% Refundable, Tak Khawatir Lagi dengan Biaya Kamar Rumah Sakit

10 hari lalu

Gunakan BCA Life Hospital 100% Refundable, Tak Khawatir Lagi dengan Biaya Kamar Rumah Sakit

BCA Life Hospital 100% Refundable adalah program perlindungan kesehatan khusus untuk nasabah BCA