Rugi Puluhan Juta, Klien Jouska Akan Lapor OJK

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi investasi. Shutterstock

    Ilustrasi investasi. Shutterstock


    Menurutnya, seorang konsultan keuangan memiliki tanggung jawab utama memberikan masukkan dan saran finansial sesuai dengan kondisi dan tujuan finansial setiap klien. Hal itu dilakukan dengan tetap mengutamakan analisis tren ekonomi secara global, makro, dan industri.

    Aakar menuturkan PT Jouska Finansial Indonesia merupakan perusahaan perencanaan keuangan independen yang berdiri sejak 2017. Ruang lingkup pekerjaan yakni pemberi nasihat dan atau saran terkait perencanaan termasuk edukasi investasi kepada produk yang secara hukum telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

    Dia menjelaskan bahwa konsultasi bersama Jouska dapat dilakukan baik secara online maupun offline berbasis waktu dan kebutuhan. Dalam setiap edukasi, para nasabah atau klien dibekali dengan pengetahuan mulai dari analisis ekonomi global dan domestik, analisis industri, analisis laporan keuangan, analisis manajemen perusahaan, analisis risiko, serta aplikasi dalam keputusan finansial.

    “Berdasarkan kontrak yang telah disepakati kedua belah pihak, setiap klien mempunyai hak untuk mengikuti atau menolak setiap saran yang diberikan,” kata dia lewat pernyataan resmi, Selasa malam.

    Terkait proses bisnis konsultan keuangan, Aakar menuturkan individu harus memiliki akun saham dan rekening dana investasi (RDI) untuk memulai berinvestasi. Penggunaan nama pribadi berarti memberikan akses penuh atas penggunaan akun tersebut.

    Alvin menilai jawaban Aakar hanya menjelaskan prosedur, bukan inti masalahnya. Karena itu Alvin akan membahas dengan lebih dari lima klien Jouska yang mengalami hal sama.

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Tutup Sementara PTM 100 Persen di Sekolah yang Terpapar Covid-19

    Pemprov DKI Jakarta menutup sejumlah sekolah yang menggelar PTM 100 persen karena terpapar Covid-19. Namun sejumlah sekolah sudah kembali berkegiatan.