Pencairan Gaji Ke-13 PNS, Sri Mulyani: Saya Gak Dapat

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan pemaparan saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 29 Juni 2020. Rapat kerja tersebut beragenda mendengarkan penjelasan tentang PMK No. 70/PMK.05/2020 tentang penempatan uang negara pada bank umum dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan pemaparan saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 29 Juni 2020. Rapat kerja tersebut beragenda mendengarkan penjelasan tentang PMK No. 70/PMK.05/2020 tentang penempatan uang negara pada bank umum dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, JakartaPemerintah telah mengumumkan mengenai pencairan gaji ke-13 pegawai negeri sipil atau gaji ke-13 PNS tahun 2020. Gaji tersebut bakal dibayarkan pada Agustus 2020.

    Namun, seperti pada pembayaran Tunjangan Hari Raya, gaji ke-13 hanya diberikan kepada eselon III ke bawah. Sehingga, pegawai eselon I dan II, serta pejabat negara tidak bakal mendapat gaji ke-13 tersebut.

    Dengan demikian, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pun tidak bakal mendapat pembayaran gaji ke-13 tersebut. "Iya, enggak dapat," ujar dia sambil tersenyum, saat ditemui awak media di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Selasa, 21 Juli 2020.

    Sebelumnya, Sri Mulyani mengumumkan bahwa pembayaran gaji ke-13 direncanakan akan dilakukan pada Agustus 2020. Menurut dia, total kebutuhan dananya mencapai Rp 28,5 triliun. Untuk itu, sejumlah regulasi terkait akan segera direvisi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.