Menperin Terkejut Kontribusi Ekspor Manufaktur Lampaui 79 Persen

Reporter

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perindustrian mencatat Industri pengolahan nonmigas masih konsisten menjadi sektor yang memberikan kontribusi paling besar terhadap capaian nilai ekspor nasional. Sepanjang semester I 2020, total nilai pengapalan produk sektor manufaktur menembus hingga US$ 60,76 miliar atau menyumbang 79,52 persen dari keseluruhan angka ekspor nasional yang mencapai US$ 76,41 miliar.

“Terus terang saya cukup surprise dengan hasil kinerja ekspor industri pengolahan nonmigas saat ini. Di luar dugaan, kinerja ekspor sektor industri manufaktur ternyata masih mencatatkan kontribusi yang positif,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan tertulis, Selasa, 21 Juli 2020.

Agus mengatakan pihaknya terus menjaga keberlangsungan aktivitas industri manufaktur di tanah air, meskipun sedang tertekan karena melambatnya ekonomi dunia dan dampak pandemi Covid-19. Sebab, selama ini sektor industri manufaktur beperan sebagai tulang punggung perekonomian nasional.

“Kami bertekad untuk senantiasa menggenjot kinerja industri yang memiliki orientasi ekspor. Dilihat dari sumbangsihnya terhadap struktur nilai ekspor nasional, sektor industri berkontribusi 79,52 persen pada semester I-2020 atau naik dibanding periode yang sama tahun 2019 sebesar 75,47 persen,” paparnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kinerja ekspor industri pengolahan nonmigas pada Juni 2020 sebesar US$ 9,6 miliar atau naik 15,96 persen dibanding capaian Mei 2020 yang menyentuh angka US$ 8,3 miliar. Di samping itu, nilai pengapalan produk industri manufaktur pada bulan keenam tahun ini juga mengalami lonjakan 7 persen dibanding capaian pada Juni 2019 yang tercatat sekitar US$ 9 miliar.  

“Neraca perdagangan industri pengolahan nonmigas pada bulan Juni 2020 mencatatkan surplus sebesar US$ 531,47 juta,” ungkap Agus. Dilihat dari volumenya, ekspor industri manufaktur pada Juni 2020 tercatat sebesar 8,87 juta ton atau menanjak 9,28 persen dibanding Mei 2020 yang mencapai 8,12 juta ton.

Adapun sektor industri makanan dan minuman menjadi penyumbang devisa terbesar dari capaian nilai ekspor industri pengolahan nonmigas pada Juni 2020, yang tercatat mencapai US$ 2,23 miliar. Disusul selanjutnya oleh ekspor dari industri logam dasar yang menembus US$ 1,67 miliar, kemudian pengapalan produk industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia sebesar US$ 1 miliar.

Sementara itu, sektor yang mengalami kenaikan ekspor di atas 30 persen dari bulan sebelumnya meliputi industri pencetakan dan reproduksi media rekaman yang naik sebesar 228,63 persen dengan nilai ekspor US$ 2,55 juta. Selanjutnya, industri alat angkutan lainnya, naik 74,15 persen dengan nilai ekspor US$ 131,83 juta; industri peralatan listrik, naik 50,39 persen dengan nilai ekspor US$ 383,55 juta, dan industri tekstil, naik 45,38 persen dengan nilai ekspor US$ 271,38 juta.

Berikutnya, industri barang galian bukan logam, naik 44,19 persen dengan nilai ekspor US$ 83,85 juta; industri kendaraan bermotor, trailer, dan semitrailer, naik 37,98 persen dengan nilai ekspor US$ 223,69 juta; industri pakaian jadi (naik 37,90 persen dengan nilai ekspor US$ 561,76 juta; industri komputer, barang elektronik, dan optik, naik 36,79 persen dengan nilai ekspor US$ 520,11 juta; serta industri karet, barang dari karet, dan plastik, naik 35,95 persen dengan nilai ekspor US$ 486,36 juta.

Sementara, sektor-sektor yang mengalami peningkatan ekspor di atas 30 persen dari periode tahun sebelumnya antara lain industri furnitur yang naik sebesar 80,87 persen dengan nilai ekspor US$ 164,70 juta, kemudian industri farmasi, produk obat kimia, dan obat tradisional, naik 42,41 persen dengan nilai ekspor US$ 58,37 juta.

Disusul industri pengolahan tembakau, naik 42,38 persen dengan nilai ekspor US$ 104,23 juta; industri pencetakan dan reproduksi media rekaman, naik 41,38 persen dengan nilai ekspor US$ 2,55 juta, serta industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki, naik 40,76 persen dengan nilai ekspor US$ 433,07 juta.

CAESAR AKBAR






10 Produk Ekspor Indonesia Paling Laris di Luar Negeri

7 jam lalu

10 Produk Ekspor Indonesia Paling Laris di Luar Negeri

Berikut 10 produk ekspor Indonesia paling laris di dunia mulai dari batu bara, minyak sawit, hingga kembang gula dengan nilai miliaran dolar AS.


Terkini Bisnis: Jokowi Ungkap Ada Ekspor Paksa, Kereta Api dengan Rute Terpanjang

7 jam lalu

Terkini Bisnis: Jokowi Ungkap Ada Ekspor Paksa, Kereta Api dengan Rute Terpanjang

Berita terkini ekonomi bisnis hingga Jumat sore, 2 Desember 2022 antara lain Presiden Jokowi menyebutkan di zaman modern ini ada upaya ekspor paksa.


50 Pesen Toyota Kijang Innova Zenix Bakal Diekspor Tahun Depan

9 jam lalu

50 Pesen Toyota Kijang Innova Zenix Bakal Diekspor Tahun Depan

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mengabarkan akan melakukan ekspor Toyota Kijang Innova Zenix mulai tahun depan.


Ekspor Produk Baja Naik Pesat Menjadi 5,2 Juta Ton pada 2021

12 jam lalu

Ekspor Produk Baja Naik Pesat Menjadi 5,2 Juta Ton pada 2021

Ekspor produk baja meningkat pesat dari 1,3 juta ton pada tahun 2017 menjadi 5,2 juta ton pada tahun 2021.


PBB Upayakan Ekspor Amonia dari Rusia ke Ukraina Dibuka Lagi

1 hari lalu

PBB Upayakan Ekspor Amonia dari Rusia ke Ukraina Dibuka Lagi

Amonia adalah bahan utama untuk pupuk nitrat. PBB sedang mengupayakan agar ekspor ammonia berjalan lagi.


Harga Patokan Ekspor Pertambangan Desember 2022 Cenderung Turun, Ini Rinciannya

1 hari lalu

Harga Patokan Ekspor Pertambangan Desember 2022 Cenderung Turun, Ini Rinciannya

Harga sebagian besar komoditas produk pertambangan yang dikenakan bea keluar bulan ini masih terus turun karena pelemahan permintaan ekspor.


Jokowi Sebut Semua Pemimpin Dunia di KTT G20 Pusing hingga Berkerut dan Rambut Memutih

2 hari lalu

Jokowi Sebut Semua Pemimpin Dunia di KTT G20 Pusing hingga Berkerut dan Rambut Memutih

Jokowi menyebut dunia saat ini berada di tengah ketidakpastian. Ia mencontohkan harga minyak dunia yang sangat fluktuatif dan tidak bisa diprediksi.


Jokowi Cerita Semua Pemimpin Negara G20 Khawatirkan Resesi: Rambutnya Tambah Putih

2 hari lalu

Jokowi Cerita Semua Pemimpin Negara G20 Khawatirkan Resesi: Rambutnya Tambah Putih

Presiden Jokowi menyatakan ada kesamaan tiap kepala negara yang ikut KTT G20, yakni sama-sama pusing dengan ancaman resesi ekonomi global tahun depan.


Aktivitas Pabrik di Cina Terkontraksi karena Aturan Covid-19

2 hari lalu

Aktivitas Pabrik di Cina Terkontraksi karena Aturan Covid-19

Aktivitas pabrik di Cina terkontraksi lebih cepat pada November 2022 buntut dari pembatasan aktivitas karena penyebaran Covid-19


Pastikan Kebijakan Rasio Hak Ekspor CPO Tidak Berubah, Kemendag: Informasi Lain Hoaks

3 hari lalu

Pastikan Kebijakan Rasio Hak Ekspor CPO Tidak Berubah, Kemendag: Informasi Lain Hoaks

Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan kebijakan ihwal ekspor produk minyak sawit atau crude palm oil (CPO) tak akan berubah.