Di Depan Moody's, Luhut Sebut Penanganan Covid-19 Semakin Baik

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, memberi penjelasan setelah mendapat laporan soal kasus dugaan korupsi PT Asabri (Persero) di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Januari 2020. Tempo/Fajar Pebrianto

TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan menyatakan penanganan Covid-19 di Indonesia semakin baik. Pernyataan itu diungkapkan Luhut saat bertemu dengan lembaga pemeringkat kredit, Moody’s Investors Service, pada Senin, 20 Juli 2020.

Luhut melalui Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahardi, menyebut angka recovery rate atau pemulihan di Tanah Air sudah mencapai 52,5 persen. “Dengan 24 provinsi memiliki angka recovery rate di atas 50 persen,” kata Jodi dalam keterangan tertulis, Selasa, 21 Juli 2020.

Menyitir Luhut, Jodi mengungkapkan pemerintah tengah berfokus mengawasi penanganan Covid-19 di enam provinsi, yaitu Jawa Timur, DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Kalimantan Selatan. Sebab, enam provinsi itu menyumbang 70 persen dari total kasus nasional.

Di samping itu, pemerintah menyiapkan stimulus ekonomi untuk menggerakkan konsumsi di level masyarakat. Saat ini, ucap Jodi, pemerintah menggelontorkan Rp 695,2 triliun. Anggaran itu termasuk untuk jaring pengaman sosial yang menjangkau hingga 40 persen masyarakat miskin.

Selanjutnya, pemerintah mengupayakan agar peran Bank Sentral diperluas untuk mendukung penanganan Covid-19. Salah satunya dengan membeli obligasi pemerintah. Jodi menyebut, hal tersebut bukan praktik yang dilarang. Apalagi dalam kondisi ketidakpastian.

Selanjutnya, kata Jodi, di depan Moody’s, Luhut juga menerangkan kebijakan fiskal akan menyebabkan defisit APBN mengalami ekspansi hingga 6,3 persen. Kondisi ini akan berlangsung selama tiga tahun karena setelah pandemi berakhir, pemerintah akan mulai melakukan konsolidasi fiskal sampai 2022. Luhut, tutur Jodi, berharap agara pada 2023, angka defisit akan kembali di bawah 3 persen.

“Semua digunakan untuk hal yang bermanfaat dan membantu masyarakat. Pengelolaan fiskal ini dilakukan secara prudent dan sangat disiplin, sehingga defisit bisa terjaga dengan relatif baik,” kata Jodi.

Adapun ke depan, Jodi mengungkapkan bahwa belanja pemerintah akan dipercepat untuk mendorong konsumsi dan juga menjaga sektor usaha kecil serta menengah. Pemerintah juga akan mendorong investasi agar lebih banyak masuk ke Indonesia, serta mempercepat proses investasi yang sudah masuk agar bisa segera direalisasikan. Utamanya, ucap dia, investasi di bidang hilirisasi.

Jodi menyatakan, selama periode 2015-2019, total investasi di hilirisasi tambang sudah mencapai US$ 40 miliar. Ekspor besi dan baja pun disebut mampu tembus di angka US$ 9 miliar. Sedangkan untuk sektor nikel, nilai ekspornya sudah mencapai  US$14 miliar.

FRANCISCA CHRISTY ROSANA






Siraman Erina Gudono, Tetangga Antusias Nobar di Balai RW, Tamu Dijemput Pakai Shuttle Car

10 jam lalu

Siraman Erina Gudono, Tetangga Antusias Nobar di Balai RW, Tamu Dijemput Pakai Shuttle Car

Para warga memenuhi meja meja bundar yang dikelilingi kursi untuk menonton bersama prosesi siraman Erina Gudono itu dari awal di Balai Warga.


Forum Negara Pulau dan Kepulauan, Luhut: Kita Harus Menentukan Nasib Sendiri

2 hari lalu

Forum Negara Pulau dan Kepulauan, Luhut: Kita Harus Menentukan Nasib Sendiri

Luhut Binsar Pandjaitan, mengajak negara-negara pulau dan kepulauan menentukan nasib sendiri dalam menghadapi tantangan global.


Dampak Subsidi Kendaraan Listrik ke Investasi, BKPM: Jelas Positif, Industri Lebih Agresif

2 hari lalu

Dampak Subsidi Kendaraan Listrik ke Investasi, BKPM: Jelas Positif, Industri Lebih Agresif

Kementerian Investasi/ Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengungkap bagaimana dampak adanya subsidi kendaraan listrik.


Yakin Kunjungan Wisatawan 2023 Lampaui Target, Luhut: Harus Kerja Sama dan Berpikir Kreatif

4 hari lalu

Yakin Kunjungan Wisatawan 2023 Lampaui Target, Luhut: Harus Kerja Sama dan Berpikir Kreatif

Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan bahwa kolaborasi dan cara berpikir yang out of the box menjadi kunci untuk mengajak masyarakat agar berwisata di dalam negeri.


Tenda Mewah Besar Serba Putih Mulai Selimuti Rumah Erina Gudono, Luhut Pantau Persiapan

5 hari lalu

Tenda Mewah Besar Serba Putih Mulai Selimuti Rumah Erina Gudono, Luhut Pantau Persiapan

Di lahan kosong depan rumah Erina Gudono, juga telah ikut dipasang lantai dari kayu dan terlindungi dengan tenda putih besar.


Luhut Sebut Kill or to be Killed Soal Investasi, Jadi Ingat Lagu Muse Begini Liriknya

7 hari lalu

Luhut Sebut Kill or to be Killed Soal Investasi, Jadi Ingat Lagu Muse Begini Liriknya

Ungkapan kill or to be killed oleh Luhut saat pemaparan kondisi investasi di Indonesia mengingatkan pada lirik lagu grup musik asal Inggris, Muse.


Luhut Sebut Warga Beli Motor Listrik Bakal Disubsidi, Sri Mulyani: Dibahas Dulu

7 hari lalu

Luhut Sebut Warga Beli Motor Listrik Bakal Disubsidi, Sri Mulyani: Dibahas Dulu

Sri Mulyani mengatakan pemerintah masih akan membahas rencana pemberian subsidi pembelian motor listrik.


Begini Lobi Luhut ke Elon Musk Biar Tesla Investasi Pabrik Mobil Listrik di RI

7 hari lalu

Begini Lobi Luhut ke Elon Musk Biar Tesla Investasi Pabrik Mobil Listrik di RI

Luhut Pandjaitan optimistis Tesla akan berinvestasi di Indonesia. Investasi mobil listrik di Cina disebutnya lebih mahal.


Begini 5 Pernyataan Menko Luhut Pandjaitan Getol Soal Insentif Kendaraan Listrik

7 hari lalu

Begini 5 Pernyataan Menko Luhut Pandjaitan Getol Soal Insentif Kendaraan Listrik

Belakangan, Menko Marves Luhut Pandjaitan getol berbicara soal insentif kendaraan listrik, termasuk pemerintah akan mensubsidi pembeliannya.


Akan Ada Subsidi Beli Motor Listrik Rp 6,5 Juta, Luhut Sebut Lebih Hemat dari Bahan Bakar Fosil

8 hari lalu

Akan Ada Subsidi Beli Motor Listrik Rp 6,5 Juta, Luhut Sebut Lebih Hemat dari Bahan Bakar Fosil

Luhut memperkirakan besaran subsidi motor listrik bakal berkisar Rp 6,5 juta per unit. Apa sebenarnya alasan pemerintah menyubsidi kendaran listrik?