Pengadaan Lahan Tol Cisumdawu Ditargetkan Rampung Oktober 2020

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja memasang pembatas jalan pada proyek Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) seksi I di Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat, 28 Februari 2020. Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat menargetkan pembangunan Jalan Tol Cisumdawu seksi 1 hingga 3  sepanjang 33 Km dapat digunakan untuk fungsional arus mudik dan balik pada Hari Raya Idul Fitri 2020 mendatang. ANTARA

    Pekerja memasang pembatas jalan pada proyek Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) seksi I di Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat, 28 Februari 2020. Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat menargetkan pembangunan Jalan Tol Cisumdawu seksi 1 hingga 3 sepanjang 33 Km dapat digunakan untuk fungsional arus mudik dan balik pada Hari Raya Idul Fitri 2020 mendatang. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyelesaian pengadaan tanah Tol Cileunyi, Sumedang, Dawuan atau Cisumdawu di Jawa Barat ditargetkan selesai Oktober 2020. Dengan begitu, pembangunan pun diharapkan selesai pada 2021.

    "Sehingga dapat menjadi akses menuju Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka," kata Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan A. Djalil dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu, 19 Juli 2020.

    Sofyan mengungkapkan memang ada beberapa kendala dalam proses pengadaan tanahnya. Namun ia meyakini bahwa kendala tersebut dapat diselesaikan. "Jika pengadaan tanahnya tersendat maka pembangunan jalan tol ini akan terhambat," kata dia.

    Tol Cisumdawu ini memiliki panjang kurang lebih 61 kilometer dan dalam pengadaan tanah maupun pembangunannya dibagi menjadi 6 seksi. Sejak beberapa hari lalu, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kemen Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat juga sudah menyampaikan hambatan pembebasan lahan ini.

    Salah satu faktornya adalah pandemi Covid-19. Sebab, tahapan musyawarah dengan pemilik tanah menjadi sulit dilakukan selama pandemi. Kemudian ada juga lahan yang saat ini dikuasai oleh perusahaan pelat merah PTPN, yang masih membutuhkan proses untuk dapat dibebaskan.

    Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Barat, Yusuf Purnama mengatakan kendala terjadi berupa sengketa tanah yang ada di beberapa seksi pengadaan tanah, salah satunya di Pasar Resik. "Untuk penyelesaiannya sudah ada komunikasi dengan Mahkamah Agung dan harapannya tidak ada salah langkah dalam penyelesaiannya," ujarnya.

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?