Sri Mulyani Singgung Mahasiswa STAN Cuma Tanya Soal Utang

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan wejangan kepada 3200 lulusan PKN STAN yang jadi egawai baru Kementerian Keuangan di Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Rabu, 11 Desember 2019. Tempo/Fajar Pebrianto

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan wejangan kepada 3200 lulusan PKN STAN yang jadi egawai baru Kementerian Keuangan di Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Rabu, 11 Desember 2019. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan banyak hal yang harus diubah dari Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara atau PKN STAN. Salah satunya terkait kurikulum pembelajaran di sana.

    Selama ini, kata Sri Mulyani, mahasiswa baru diajari perihal akuntansi, namun belum soal perekonomian, kebijakan keuangan negara, bahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. "Anda diajari akuntansi, Anda tidak diajari APBN keseluruhan. Saya enggak heran waktu ke STAN, pertanyaan mahasiswa cuma soal masalah utang. Itu pun berasal dari Whatsapp bukan dari belajar, itu kan menyedihkan," ujar Sri Mulyani dalam acara Dies Natalis ke-5 PKN STAN yang disiarkan secara daring, Sabtu, 18 Juli 2020.

    Ke depannya, Sri Mulyani ingin mahasiswa PKN STAN tahu tentang APBN, juga soal laporan keuangan. Sebab, menurut dia, APBN adalah tulang punggung keuangan negara. "Banyak yang harus berubah, tidak bisa dan tidak boleh PKN STAN statis."

    Selain soal kurikulum, Sri Mulyani ingin nantinya mahasiswa PKN STAN tidak hanya diajar oleh staf pengajar, melainkan para pejabat dan bekas pejabat pemerintahan.

    "Saya membayangkan seharusnya yang mengajar di PKN STAN adalah seluruh bekas menteri keuangan atau bahkan menteri-menteri yang lain. Juga kalau bisa Gubernur. Anda juga mungkin harusnya diundang orang-orang yang ada di swasta, serta Special Mission Vehicle kita," ujar dia.

    Dengan demikian, mahasiswa STAN bisa memiliki pemikiran luas. Sebab, ia mengatakan keuangan negara memiliki peran yang sangat besar bagi negara. Khususnya dalam kondisi saat ini.

    Ihwal sistem pengajaran, Sri Mulyani pun mengatakan perlunya pengenalan mengenai teknologi dalam pengelolaan keuangan negara. Ia berujar saat ini pemerintah telah menggunakan teknologi dalam mengelola perbendaharaan, pajak, hingga sistem bea cukai.

    "Kalau bicara teknologi, ICT, kita enggak punya laboratorium tentang  teknologi. Padahal di Kemenkeu semua perbendaharaan kita menggunakan program," ujar dia.

    Saat ini, Sri Mulyani berujar telah meminta tim di Kementeriannya untuk mendesain ulang PKN STAN. Ia berujar periode Dies Natalis Ke-5 PKN STAN, serta situasi pandemi Covid-19 menjadi momentum yang tepat untuk desain ulang tersebut.

    "Momentum ini adalah momentum yang luar biasa tepat bagi kita memikirkan kembali desain dari PKN harus seperti apa, rekrutmen kita harus seperti apa. Hal yang bagus selama ini dari PKN STAN akan kita jaga, yaitu kita bisa merekrut dari seluruh Indonesia dan masyarakat yang berasal dari berbagai daerah," ujar Sri Mulyani.

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?