Pandemi Covid-19, Sri Mulyani: Momentum Tepat Desain Ulang PKN STAN

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sri Mulyani tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 22 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    Sri Mulyani tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 22 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan situasi pandemi Covid-19 adalah waktu yang tepat untuk mendesain ulang Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara atau PKN STAN. Terutama, pada saat yang sama pun saat ini STAN menghelat Dies Natalis ke-5.

    "Momentum ini adalah momentum yang luar biasa tepat bagi kita memikirkan kembali desain dari PKN STAN harus seperti apa, rekrutmen kita harus seperti apa. Hal yang bagus selama ini dari PKN STAN akan kita jaga, yaitu kita bisa merekrut dari seluruh Indonesia dan masyarakat yang berasal dari berbagai daerah," ujar Sri Mulyani dalam acara Dies Natalis ke-5 PKN STAN yang disiarkan secara daring, Sabtu, 18 Juli 2020.

    Momentum itu semakin tepat, kata dia, lantaran pada tahun ini pemerintah tidak bisa merekrut mahasiswa anyar. Sebab, biasanya pendaftar PKN STAN relatif banyak, bisa mencapai 200 ribu pendaftar. Biasanya, seleksi dilakukan dengan beberapa tahapan seperti ujian tertulis, kesehatan, hingga tes fisik.

    Ia berujar tahapan tersebut sulit untuk bisa digelar dalam situasi pandemi seperti sekarang. Apalagi, protokol kesehatan membatasi orang untuk bisa berkerumun atau berkumpul. "Jadi situasi ini bisa kita pakai untuk memikirkan bagaimana desain PKN stan ke depan," tutur Sri Mulyani.

    Menurut dia, nantinya lulusan STAN mesti bisa menentukan kebijakan yang dibutuhkan di masa depan, tidak hanya sekadar menghitung. Saat ini pun, ujar dia, sudah banyak alumnus dari sekolah akuntan itu yang menjadi pembuat kebijakan publik yang luar biasa, baik di Kementerian Keuangan maupun di instansi lain.

    "Mereka yang kerja di instansi lain, di BPK, bahkan legislatif dan politikus akan menjadi pemimpin yang menentukan masa depan republik ini. Karena itu, butuh pembekalan yang makin lengkap dan sesuai tantangan zaman," ujar dia. Saat ini, misalnya, saat perekonomian masuk ke era digital, lulusan STAN pun dibutuhkan mengikuti perkembangan tersebut.

    Dengan demikian, ke depan, Sri Mulyani berharap PKN STAN bisa terus memperbesar kontribusinya melalui penyediaan tenaga ahli di bidang pengelolaan keuangan negara yang akan banyak menempati posisi pada berbagai kementerian, lembaga negara, pemda, serta pada cabang pemerintahan eksekutif, legislatif dan yudikatif.

    Distribusi lulusan PKN STAN ini diharapkan mampu menyokong pengelolaan keuangan negara yang akuntabel dan bebas dari korupsi. Hal ini menjadi penting untuk mencapai efektivitas birokrasi dalam peningkatan produktivitas serta perbaikan dalam hal layanan publik dan integritas aparatur.

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.