Sri Mulyani: Tak Ada Negara yang Punya Resep Manjur Hadapi Covid-19

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (tengah) mengacungkan jempolnya saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 19 Februari 2020. DPR menyetujui Menteri Keuangan mengenakan cukai terhadap produk plastik yang meliputi kantong plastik hingga minuman berpemanis dalam kemasan plastik atau kemasan kecil (sachet). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (tengah) mengacungkan jempolnya saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 19 Februari 2020. DPR menyetujui Menteri Keuangan mengenakan cukai terhadap produk plastik yang meliputi kantong plastik hingga minuman berpemanis dalam kemasan plastik atau kemasan kecil (sachet). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah terus merancang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara secara fleksibel untuk menghadapi berbagai tantangan di tengah pandemi Covid-19.

    "Kenapa? Karena Covid-19 ini enggak ada yang punya resep manjur," ujar Sri Mulyani dalam konferensi video, Sabtu, 18 Juli 2020.

    Ia mengatakan ada negara yang terlihat bagus menghadapi pagebluk ini namun kemudian terkena kembali wabah ini. Ada pula negara yang sudah membuka pembatasan, namun kemudian harus menutup kembali. "Maka kita harus tetap terbuka terhadap berbagai upaya itu."

    Ia mengatakan pemerintah melalui fleksibilitas APBN mencoba beradaptasi dengan situasi yang ada. Saat ini, kata dia, pemerintah telah memberikan bantuan sosial terutama untuk masyarakat dengan kemampuan ekonomi paling lemah.

    Pemerintah juga, menurut dia, telah menambah bantuan sampai 50-60 persen masyarakat bisa mendapat bantuan sosial, dalam bentuk BLT, sembako, diskon listrik, listrik gratis, kartu prakerja, maupun BLT desa. "Itu semua dilakukan karena kami melihat semua terdampak Covid-19."

    Dari sisi usaha, Sri Mulyan mengatakan saat ini sektor usaha mikro, kecil, dan menengah menjadi fokus untuk dibantu lantaran mereka terdampak sangat dalam akibat pandemi ini. Sebab, kalau mereka meminjam uang, bisa jadi akan berimbas kepada lembaga keuangan yang berpotensi mengalami kredit macet. Di sisi lain korporasi juga terhenti produksinya.

    "Semua hal ini membutuhkan respons kebijakan dari pemerintah dan peran keuangan negara menjadi sentral. Makanya kami mendesain APBN kita. Bagaimana membantu sektor kesehatan, sosial, ekonomi, UMKM, korporasi, sampai daerah dan sektoral. semua akan terus dilakukan terus menerus perbaikan," ujar Sri Mulyani.

    Di sisi lain, dia berharap masyarakat mengerti akan bahaya Covid-19. Protokol kesehatan, menurut dia, penting untuk diterapkan secara disiplin. Dengan demikian, selain memulihkan diri dari segi sosial ekonomi, kesehatan masyarakat juga bisa tetap terjaga.

    "Sementara itu, APBN akan kami coba kelola secara luar biasa bebannya berat sekali tapi secara profesional akuntabel dan transparan," kata Sri Mulyani.

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.