Strategi Kemendag Naikkan Daya Saing Makanan dan Minuman Ekspor

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Ekspor Import. Getty Images

    Ilustrasi Ekspor Import. Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perdagangan mengajak pelaku usaha di Tanah Air untuk menggarap peluang ekspor produk makanan dan minuman ke pasar Eropa, terutama Spanyol di tengah pandemi Covid-19. Permintaan produk olahan dalam bentuk makanan dan minuman disebut meningkat seiring dengan kebutuhan untuk meningkatkan imunitas.

    Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kasan optimistis produk makanan dan minuman menjadi salah satu sektor yang mampu bergerak positif selama pandemi virus corona (Covid-19). Hal ini terlihat dari peningkatan nilai ekspor pangan olahan Indonesia sebesar 7,9 persen pada periode Januari–April 2020 atau sebesar US$ 1,33 miliar

    “Produk mamin sangat dibutuhkan untuk meningkatkan imunitas dan stamina kesehatan masyarakat terutama pada masa pandemi saat ini,” kata Kasan dalam siaran pers yang diterima Bisnis, Sabtu, 18 Juli 2020.

    Pada 2019, kata Kasan, ekspor makanan dan minuman Indonesia tercatat senilai US$4,15 miliar, atau naik 3,54 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tren ekspor pangan olahan Indonesia lima tahun terakhir (2015—2019) tercatat sebesar 8,99 persen.

    Kontribusi industri makanan dan minuman Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas adalah sebesar 36,40 persen. Sementara pada kuartal I 2020, kontribusi makanan dan minuman Indonesia terhadap PDB nasional mencapai 19,98 persen.

    Secara khusus, Kasan menyebut Kementerian Perdagangan telah menyusun strategi peningkatan daya saing makanan dan minuman dan kuliner Indonesia ke Spanyol. Strategi itu antara lain :

    Pertama, menentukan fokus pasar dan produk ekspor khusus untuk produk mamin berbahan baku alami, organik, specialty, dan bumbu olahan sebagai bahan baku kuliner Indonesia.

    Kedua, meningkatkan daya saing produk, sumber daya manusia, dan UKM ekspor;

    Ketiga, meningkatkan penetrasi pasar;

    Keempat, memperkuat peran perwakilan perdagangan di luar negeri.

    Kelima, relaksasi ekspor & impor untuk tujuan ekspor;

    Keenam, pengembangan SDM ekspor di antaranya melalui kegiatan webinar, pelatihan ekspor, dan program pendampingan ekspor selama pandemi.

    Pada Januari–April 2020, ekspor produk makanan dan minuman Indonesia ke Spanyol tercatat sebesar US$ 7,90 juta.

    Sementara itu, tren pertumbuhan ekspor pangan olahan Indonesia ke Spanyol selama lima tahun (2015—2019) tercatat positif sebesar 7,38 persen. Sedangkan pada 2019, nilai ekspor produk mamin Indonesia ke Spanyol tercatat sebesar US$37,70 juta.

    Produk utama ekspor makanan dan minuman Indonesia ke Spanyol antara lain olahan buah nanas dengan nilai ekspor US$4,6 juta dan pangsa pasar 58,37 persen; makanan olahan lainnya dengan nilai US$950.000 (12,03 persen); olahan ikan dengan nilai US$739.000 (9,35 persen); olahan tuna dengan nilai US$571.000 (7,23 persen); jus nanas dengan nilai US$397.000 (5,03 persen).

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?