Saat Jenuh, Sri Mulyani Main Gitar Bawa Lagu Didi Kempot

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gestur Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani saat memberikan keterangan pers tentang realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 per akhir Oktober 2019 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin, 18 November 2019. Sri Mulyani mengatakan, secara tahunan belanja negara hanya tumbuh sebesar 4,5 persen, jauh lebih rendah jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang tumbuh 11,9 persen. TEMPO/Tony Hartawan

    Gestur Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani saat memberikan keterangan pers tentang realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 per akhir Oktober 2019 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin, 18 November 2019. Sri Mulyani mengatakan, secara tahunan belanja negara hanya tumbuh sebesar 4,5 persen, jauh lebih rendah jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang tumbuh 11,9 persen. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bercerita di tengah kesibukannya beraktivitas, selalu menyempatkan berolahraga seminggu hingga tiga kali. Selain itu, dia belajar teknik pernapasan, yoga dan melakukan hal-hal yang dapat mengurangi beban pikiran saat sedang merasa sangat jenuh.

    Saat jenuh, dia membaca buku, bernyanyi, bermain gitar, hingga membuat sketsa. "Saya main gitar, sudah lama tidak main, sekarang di rumah saya nyanyi lagu sambil ambil gitar," kata Sri Mulyani dalam Sabtu Bersama Menkeu, di Instagramnya, Sabtu, 18 Juli 2020.

    Dia terkadang mencari lagu baru untuk dimainkan. Misalnya lagu Didi Kempot Banyu Langit. Dia juga memainkan lagu yang disukai cucunya seperti Perfect, Memories.

    "Jadi bisa nyanyi saat cucu menengok. Itu membuat kita rileks. Saat bekerja kita fokus," kata Sri Mulyani.

    Dia juga bercerita soal kegemarannya melukis. Namun karena sekarang terlalu sibuk, dia sudah tidak lagi melukis di kanvas. "Paling sekarang saya membuat sketsa, melukis dengan pensil," ujarnya.

    Sri Mulyani mengatakan mengelola waktu perlu dilakukan secara bijaksana. Apalagi saat ini dia sedang menjalankan tugas yang begitu banyak di tengah pandemi Covid-19.

    Meski sibuk bekerja, dia tidak lupa dengan aspek keindahan dan tetap terus bersyukur. "Keindahan itu tidak perlu kemewahan. Lihat embun pagi, matahari tenggelam, bulan purnama penuh. Itu keindahan yang membuat kita rileks dan ingat bahwa ada sang khalik yang merawat kita bersama, itu membuat kita tenang," kata dia.

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.