Deputi Gubernur BI Sebut 3 Jurus Pemulihan Ekonomi Bergerak Cepat

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti usai menyaksikan pemotongan hewan kurban Idul Adha di kompleks kantor Bank Indonesia, Jakarta, Ahad, 11 Agustus 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

TEMPO.CO, Jakarta - Deputi Gubenur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan ada tiga jurus yang dapat dilakukan agar pemulihan ekonomi Indonesia bisa berjalan cepat.

"Kita tidak bisa lama-lama ini di sini, kita harus masuk ke recovery dan growth mode, yaitu next normal. Untuk menuju itu kita harus agile, adaptive dan imnovative," kata Destry dalam diskusi virtual Jumat, 17 Juli 2020.

Agile atau tangkas, kata dia, Indonesia harus bisa melihat peluang yang ada di tengah pandemi Covid-19. Dari peluang yang ada, selanjutnya diadaptasi dengan protokol-protokol yang ditentukan oleh pemerintah.

Setelah itu, kata dia, hal itu dieksekusi dengan inovasi baru yang berbeda dari metode lain para masa normal. Dengan penerapan tiga jurus itu, Indonesia dapat bangkit menjadi lebih kuat dari sebelumnya.

Menurut Destry, pemerintah bersama BI dan Otoritas Jasa Keuangan terus berkoordinasi membuat bauran kebijakan di masa extraordinary ini. Pada masa ini, kebijakan penjaminan untuk kredit sangat penting.






Rupiah Melemah 2,24 Persen terhadap Dolar, Ringgit Malaysia 10,2 Persen

1 jam lalu

Rupiah Melemah 2,24 Persen terhadap Dolar, Ringgit Malaysia 10,2 Persen

Bank Indonesia menyatakan depresiasi rupiah tidak sedalam nilai tukar mata uang negara setara lainnya.


Profil Handojo Santosa, Direktur Utama Japfa yang Dimakamkan Hari Ini 1 Oktober 2022

3 jam lalu

Profil Handojo Santosa, Direktur Utama Japfa yang Dimakamkan Hari Ini 1 Oktober 2022

Direktur Utama Japfa Handojo Santosa meninggal, dan hari ini dimakamkan di Sentosa Memorial Garden. Ini profil bos Japfa.


BI: Tekanan terhadap Rupiah Disebabkan Ketidakpastian Pasar Keuangan Global

5 jam lalu

BI: Tekanan terhadap Rupiah Disebabkan Ketidakpastian Pasar Keuangan Global

Bank Indonesia menyatakan depresiasi rupiah relatif lebih baik dibandingkan dengan depresiasi mata uang sejumlah negara berkembang lainnya.


Menjelajahi Coney Island di Singapura, Bersembunyi dari Kebisingan Kota

7 jam lalu

Menjelajahi Coney Island di Singapura, Bersembunyi dari Kebisingan Kota

Coney Island Singapura memiliki beragam habitat mulai dari hutan pantai, padang rumput, bakau, dan hutan cemara, tempat hidup 157 fauna dan 86 flora.


Rupiah Terus di Level Rp 15.000-an per Dolar AS, BI: Utang Luar Negeri Tak Seperti 1998

8 jam lalu

Rupiah Terus di Level Rp 15.000-an per Dolar AS, BI: Utang Luar Negeri Tak Seperti 1998

Bank Indonesia (BI) memastikan, kondisi utang luar negeri (ULN) Indonesia saat ini masih sangat aman, meskipun kurs rupiah terus bertengger di level atas Rp 15.200 per dolar AS.


Intervensi BI Untuk Selamatkan Rupiah Kini Diklaim Tak Kuras Cadangan Devisa, Kenapa?

8 jam lalu

Intervensi BI Untuk Selamatkan Rupiah Kini Diklaim Tak Kuras Cadangan Devisa, Kenapa?

Intervensi BI untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kini tak harus banyak memakan cadangan devisa. Kenapa?


Rupiah Masih Melemah, BI : Memang Indeks Dolarnya Menguat

10 jam lalu

Rupiah Masih Melemah, BI : Memang Indeks Dolarnya Menguat

Bank Indonesia (BI) mencatat, pelemahan yang terjadi di nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hingga saat ini lebih disebabkan indeks dolar atau DXY yang memang menguat.


Perkirakan Inflasi September 1,10 Persen, Bank Indonesia Sebut Bensin dan Angkot Penyumbang Utama

21 jam lalu

Perkirakan Inflasi September 1,10 Persen, Bank Indonesia Sebut Bensin dan Angkot Penyumbang Utama

Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi pada September 2022 mencapai 1,10 persen.


Pekan Ini , Bank Indonesia Catat Modal Asing Keluar Rp 8,48 T

21 jam lalu

Pekan Ini , Bank Indonesia Catat Modal Asing Keluar Rp 8,48 T

Bank Indonesia (BI) mencatat terdapat aliran modal asing keluar bersih senilai Rp8,48 triliun selama periode 26-29 September 2022.


Postur APBN 2023 Dianggap Belum Antisipatif terhadap Dampak Resesi

1 hari lalu

Postur APBN 2023 Dianggap Belum Antisipatif terhadap Dampak Resesi

Pemerintah masih menganggarkan belanja birokrasi yang cukup besar dalam APBN 2023.