Bos OJK: Go Digital, Bank Mikir 2 Kali untuk Buka Cabang

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso meninggalkan gedung KPK setelah pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 13 November 2018. Wimboh Santoso diperiksa sebagai saksi untuk pengembangan penyelidikan kasus tindak pidana korupsi aliran dana bailout Bank Century yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 6,7 triliun. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso meninggalkan gedung KPK setelah pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 13 November 2018. Wimboh Santoso diperiksa sebagai saksi untuk pengembangan penyelidikan kasus tindak pidana korupsi aliran dana bailout Bank Century yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 6,7 triliun. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan industri keuangan seperti bank mulai bertransformasi ke layanan digital (go digital) untuk meningkatkan daya saing, baik di level domestik maupun global. Dengan penetrasi teknologi yang lebih luas, dia mengatakan nasabah kini tak perlu lagi datang ke bank untuk melakukan transaksi secara fisik.

    “Nasabah tidak perlu lagi ke bank hanya buat transfer, kirim duit,” katanya dalam konferensi pers yang dilakukan secara virtual, Jumat, 17 Juli 2020.

    Kondisi ini pun berpengaruh terhadap kultur perluasan bisnis perbankan. Wimboh menceritakan, pada era 2000 hingga 2010, bank masih gencar membuka kantor-kantor cabang di pelbagai daerah.

    Kini, untuk menjangkau market yang lebih luas, menurut Wimboh, bank bisa memanfaatkan teknologi. Bahkan, percepatan jangkauan akses bisa dilakukan dengan lebih cepat dalam waktu yang singkat.

    Apalagi, kata dia, OJK sudah menggalakkan program financial inclution dan target itu selesai pada 2019. “Nah, sekarang mikir dua kali untuk buka cabang, karena perlu gedung, perlu orang. Pak Sunarso (Ketua Himpunan Bank Negara atau Himbara) harus mikir cabang itu mau diapakan,” ucapnya.

    Di samping mendorong layanan daring perbankan, Wimboh mengatakan OJK mengupayakan akselerasi digitalisasi UMKM untuk meningkatkan produktivitas dan daya beli. Melalui sistem digital, dia menyebut UMKM bisa mengakses jalur pasar yang lebih luas sampai level global.

    “Dengan teknologi, kita bisa bikin masyarakat di kampung kirim kerupuk ke New York,” ucapnya. Untuk mendukung UMKM, dia menyebut perbankan telah memberikan kemudahan pinjaman murah dengan bunga 3 persen satu tahun.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?