Berikut Tarif Promo Damri Trayek Jakarta - Bandung

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mercedes Benz Sprinter jadi moda pengangkut penumpang ke bandara baru Yogyakarta International Airport (YIA) Kulonprogo. Tempo/Pribadi Wicaksono

    Mercedes Benz Sprinter jadi moda pengangkut penumpang ke bandara baru Yogyakarta International Airport (YIA) Kulonprogo. Tempo/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan Umum Damri kini membuka trayek baru yang melayani penumpang dari Epicentrum Walk Kuningan, Jakarta Selatan, menuju Festival Citylink Mall, Bandung. Layanan tersebut mulai beroperasi pada 16 Juli 2020.

    Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan Damri Nico R. Saputra mengatakan rute anyar tersebut merupakan permintaan dari masyarakat. Apalagi, saat ini kedua titik tersebut merupakan kawasan terintegrasi yang memungkinkan tingginya mobilisasi antar-warga.

    “Kawasan ini merupakan megasuperblock terpadu terbesar di Jakarta dengan luas 53,6 hektare yang terdiri atas apartemen, perkantoran, hotel, rumah sakit, kampus serta pusat perbelanjaan dalam satu kawasan,” tuturnya dalam keterangan tertulis, Jumat, 17 Juli 2020.

    Jadwal keberangkatan bus Damri dari Epicentrum Walk Kuningan ialah pukul 06.30 WIB dan 16.30 WIB setiap hari. Sedangkan dari Festival Citylink Mall berangkat pukul 07.00 WIB dan 17.00 WIB.

    Saat ini, Damri menerapkan tarif promo sebesar Rp 100 ribu. Sedangkan harga normal untuk trayek tersebut Rp 120 ribu. Tiket Damri bisa dipesan melalui aplikasi DAMRI Apps, Traveloka, dan RedBus.

    Lebih lanjut, Nico menjelaskan, pengoperasian trayek Damri dari Epicentrum Walk menuju Kota Bandung di tengah pandemi telah memperhatikan protokol kesehatan untuk mencegah munculnya klaster-klaster baru virus corona.

    Protokol kesehatan yang dimaksud mengacu pada Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Nomor 9 Tahun 2020 dan Surat Edaran Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.01/MENKES/335/2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.