Arus Peti Kemas Tanjung Priok Turun 7,7 Persen Semester I 2020

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas beraktivitas saat bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis 14 November 2019. Ada juga sejumlah program yang disiapkan untuk mencapai tujuan pemerataan pembangunan ke daerah. Antara lain ada Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Insentif Daerah (DID), Dana Infrastruktur, dan Dana Desa. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    Petugas beraktivitas saat bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis 14 November 2019. Ada juga sejumlah program yang disiapkan untuk mencapai tujuan pemerataan pembangunan ke daerah. Antara lain ada Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Insentif Daerah (DID), Dana Infrastruktur, dan Dana Desa. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC mencatat arus peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok sepanjang semester I 2020 sebesar 2,99 juta TEUs, turun 7,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 3,24 juta TEUs.

    Kendati turun, Direktur Utama IPC Arif Suhartono mengatakan penurunan arus peti kemas karena pandemi Covid-19 itu tidak setajam periode Januari-Mei 2020 yang secara tahunan (year on year/yoy) turun 10,4 persen.

    "Penurunan trafik peti kemas pada akhir tahun 2020 paling tidak di kisaran 10 persen. Perkiraan ini dengan memperhatikan tren pada bulan-bulan sebelumnya," katanya dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 17 Juli 2020.

    Arif menjelaskan aktivitas di pelabuhan sangat dipengaruhi aktivitas perekonomian secara umum. Pemerintah telah membuat beberapa skenario terkait pandemi dan dampaknya bagi perekonomian, salah satunya adalah wabah corona baru akan reda pada kuartal I tahun 2021.

    "Kami harus bersyukur, karena aktivitas di pelabuhan tetap berjalan dengan baik," katanya.

    Sebelumnya, sepanjang periode Januari hingga Mei 2020, arus peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok sebesar 2,8 juta TEUs, turun 10,4 persen jika dibandingkan periode yang sama 2019. Meski turun, penurunan tersebut diklaim tidak setajam angka penurunan impor secara nasional.

    Selain dipengaruhi pandemi Covid-19, penurunan diklaim juga merupakan imbas dari melambatnya aktivitas ekspor-impor, sebagaimana terjadi di seluruh dunia.

    "Kami bersyukur karena dampak pandemi tidak menurunkan aktivitas dan produktivitas Pelabuhan sedalam beberapa sektor lainnya seperti oil and gas, transportasi dan pariwisata," kata Arif.

    ANTARA
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Mengurus Pasien Covid-19 di Rumah

    Pasien positif Covid-19 yang hanya mempunyai gejala ringan dapat melakukan isolasi di rumah.