Covid Reda, Lebih dari 1 Juta Turis Cina Ingin Kunjungi Bali

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Turis Cina mengenakan masker bedah saat mereka berpose untuk foto, setelah Sri Lanka mengkonfirmasi kasus pertama virus corona di negara itu, di Kolombo, Sri Lanka, Selasa, 28 Januari 2020. Hingga hari Ahad, 2 Februari 2020, jumlah kasus corona telah lebih dari 14.000 dan yang tewas mencapai 305 jiwa. REUTERS/Dinuka Liyanawatte

    Turis Cina mengenakan masker bedah saat mereka berpose untuk foto, setelah Sri Lanka mengkonfirmasi kasus pertama virus corona di negara itu, di Kolombo, Sri Lanka, Selasa, 28 Januari 2020. Hingga hari Ahad, 2 Februari 2020, jumlah kasus corona telah lebih dari 14.000 dan yang tewas mencapai 305 jiwa. REUTERS/Dinuka Liyanawatte

    TEMPO.CO, Jakarta - Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Cina dan Mongolia, Djauhari Oratmangun mengatakan saat ini tengah promosi wisata nasional tagar #visitbali di media sosial Cina, Weibo. Menurutnya, #visitbali di Cina mengundang banyak diskusi.

    "Sampai dengan 4 Juli sudah lebih dari 1 juta partisipan yang ingin mengunjungi Bali setelah Covid-19," kata Djauhari dalam diskusi virtual Kafegama, Jumat, 17 Juli 2020.

    "Dengan demikian kami coba terus mempromosikan Indonesia. Kami buat lagi hastag berikutnya #workingfromindonesia."

    Berdasarkan data analytics sosial media Weibo, sampai dengan 17 Juli #bali masih jadi topik hangat yang dibaca netizen sebanyak 370 juta kali. Dengan kecenderungan topik terkait bali sebanyak 358.568 kali hingga kemarin.

    Adapun dia menuturkan saat ini pariwisata di Cina sudah menggeliat lagi dan mulai dibuka khusus untuk di domestik, baik yang berada di Beijing, maupun di daerah lainnya.

    Sebenarnya, kata dia, perkembangan di 2019 cukup menggembirakan atau sudah banyak yang turis Cina datang ke Indoneeia. Namun karena ada covid di kuartal pertama 2020 kunjungan sangat minim.

    Djauhari menilai ke depan akan ada pola baru dalam promosi pariwisata. Karena itu, kata dia, saat ini yang harus dibenahi yaitu strategi promosi dan komunikasinya untuk pariwisata.

    "Karena dunia berubah sekarang," ujar dia. Selain itu, infrastruktur komunikasi di lokasi pariwisata Indonesia harus ditingkatkan.

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.