Erick Thohir Ingin BUMN Akuisisi Perusahaan Luar Negeri

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Erick Thohir bersama Satgas Lawan Covid-19 DPR kunjungi  posko masak bersama dibilangan Jakarta Selatan, Sabtu 6 Juni. Foto : Istimewa

    Menteri BUMN Erick Thohir bersama Satgas Lawan Covid-19 DPR kunjungi posko masak bersama dibilangan Jakarta Selatan, Sabtu 6 Juni. Foto : Istimewa

    TEMPO.CO , Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengatakan perusahaan pelat merah akan berpartisipasi dalam memperbaiki rantai pasok usaha di Indonesia. Salah satu caranya adalah dengan mendorong BUMN mengakusisi perusahaan yang ada di luar negeri.

    "Kita tahu selama ini hanya jadi market, tapi sampai kapan? Dan ini yang kita harapkan dengan kita mengakuisisi beberapa perusahaan yang ada di luar negeri tujuannya simpel, yaitu memperbaiki supply chain kita," ujar Erick dalam siaran langsung, Jumat, 17 Juli 2020.  

    Erick mengatakan perbaikan ekosistem bisnis Indonesia menjadi penting. Mengingat, Indonesia memiliki keunggulan berupa pasar yang besar dan sumber daya alam yang kaya. Namun di sisi lain, masih ketinggalan dalam hal logistik dan teknologi.

    "Jadi ini bukan suatu program yang istilahnya gaya-gayaan," ujar Erick. Ia mengatakan akan memperbaiki kekurangan-kekurangan tersebut. Dia pun sudah menjalin kesepakatan dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk mendorong BUMN Go Global tersebut. "Insya allah manfaatnya untuk kita semua, dan sudah saatnya Indonesia setara, bahkan lebih besar dari negara lain."

    Di samping memberbaiki rantai pasok, Erick mengatakan kerja sama tersebut juga berkaitan dengan pemasaran produk BUMN ke pasar internasional. Saat ini, tutur dia, perusahaan pelat merah sudah memiliki berbagai produk yang sudah diakui berbagai negara. Misalnya saja vaksin keluaran Biofarma hingga produk industri pertahanan yang sudah dikenal di negara lain dan bisa ditingkatkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.