BUMN Go Global, Erick Thohir: Bukan Program Gaya-gayaan

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peresmian pengoperasian Laboratorium Biomolekuler PCR milik RS PHC oleh Menteri BUMN Erick Thohir di RS PHC Sabtu, 9 Mei 2020, yang didampingi Direktur Utama Pelindo III Doso Agung dan Direktur Utama RS PHC Abdul Rofid Fanany.

    Peresmian pengoperasian Laboratorium Biomolekuler PCR milik RS PHC oleh Menteri BUMN Erick Thohir di RS PHC Sabtu, 9 Mei 2020, yang didampingi Direktur Utama Pelindo III Doso Agung dan Direktur Utama RS PHC Abdul Rofid Fanany.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengatakan program  BUMN GO Global adalah sebuah upaya untuk mengembangkan dunia usaha Tanah Air di tingkat dunia. Ia mengatakan ada dua tujuan besar dari program tersebut, antara lain memasarkan produk BUMN dan memperbaiki rantai pasok di Indonesia.

    "Jadi ini bukan suatu program yang istilahnya gaya-gayaan. Tapi Ini benar-benar harus bisa memperbaiki ekosistem dari bangsa kita," ujar Erick dalam siaran langsung, Jumat, 17 Juli 2020.

    Dari sisi pemasaran, Erick mengatakan saat ini perusahaan pelat merah sudah memiliki berbagai produk yang sudah diakui berbagai negara. Misalnya saja vaksin keluaran Biofarma hingga produk industri pertahanan yang sudah dikenal di negara lain dan bisa ditingkatkan.  

    "Tapi tidak cukup juga bahwa BUMN Go Global, kami juga ingin berpartisipasi memperbaiki supply chain di indonesia. Kita tahu selama ini hanya jadi market, tapi sampai kapan? Dan ini yang kita harapkan dengan kita mengakuisisi beberapa perusahaan yang ada di luar negeri tujuannya simpel, yaitu memperbaiki supply chain kita," ujar dia.

    Erick mengatakan Indonesia sejatinya memiliki dua keunggulan, yaitu pasar yang besar dan sumber daya alam yang kaya. Namun, di sisi lain, Indonesia masih terkendala terkait logistik dan teknologi. Karena itu, ia ingin memperbaiki hal-hal tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.