Singapura Resesi Akibat Covid-19, Sri Mulyani: Kami Waspadai

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menkeu Sri Mulyani memberikan keterangan pers terkait laporan APBN 2019 di Jakarta, Selasa 7 Januari 2020. Menkeu menyatakan realisasi APBN 2019 masih terarah dan terkendali meskipun terjadi defisit sebesar Rp353 triliun atau sebesar 2,20 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Tempo/Tony Hartawan

    Menkeu Sri Mulyani memberikan keterangan pers terkait laporan APBN 2019 di Jakarta, Selasa 7 Januari 2020. Menkeu menyatakan realisasi APBN 2019 masih terarah dan terkendali meskipun terjadi defisit sebesar Rp353 triliun atau sebesar 2,20 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, JakartaMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mewaspadai pelemahan ekonomi global akibat pandemi Covid-19 yang telah menghantam Singapura ke dalam kondisi resesi.

    "Untuk kita tentu kami waspadai, karena bagaimana pun juga engine of growth kita adalah konsumsi, investasi dan ekspor. Kali ini pemerintah akan menggunakan seluruh mekanisme anggarannya untuk mensubstitusi pelemahan di sisi konsumsi, investasi maupun ekspor," ujar Sri Mulyani di Kompleks Parlemen, Rabu, 15 Juli 2020.

    Menurut Sri Mulyani, resesi terjadi di Singapura lantaran negara tersebut sangat bergantung kepada perdagangan internasional. Di sisi lain, Negeri Singa mengambil kebijakan circuit break yang menghentikan seluruh kegiatan ekonominya. Di sisi lain, terjadi pelemahan ekonomi secara global.

    "Perekonomian dari Singapura itu kan peranan dari global demand sangat besar, karena ekspornya lebih dari seratus persen dan ekonomi mereka kecil sehingga domestic demand tidak bisa mensubstitusi," ujar Sri Mulyani.

    Sebagai antisipasi kondisi yang sama terjadi di Tanah Air, Sri Mulyani mengatakan selain menggeber program-program dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, pemerintah juga mendorong pulihnya sektor keuangan, seperti perbankan. Misalnya, dengan menggunakan penempatan dana di perbankan dengan suku bunga rendah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bandingkan Ledakan di Beirut dengan Bom Atom Hiroshima Nagasaki

    Pemerintah Lebanon meyakini ledakan di Beirut disebabkan 2.750 ton amonium nitrat. Banyak orang membandingkannya dengan bon atom Hiroshima Nagasaki.