Ridwan Kamil Siapkan Tambahan Anggaran Covid Jawa Barat Rp 6 T

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar Ridwan Kamil melakukan konferensi pers di Markas Kodam III/Siliwangi, Kota Bandung, Senin (13/7/20). (Foto: Yogi P/Humas Jabar).

    Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar Ridwan Kamil melakukan konferensi pers di Markas Kodam III/Siliwangi, Kota Bandung, Senin (13/7/20). (Foto: Yogi P/Humas Jabar).

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan tambahan anggaran sebesar Rp6 triliun untuk penanganan virus Corona (Covid-19). Dengan adanya penambahan, maka total anggaran yang dialokasikan provinsi tersebut menjadi Rp10 triliun.  

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengklaim bahwa dari anggaran Rp4 triliun yang telah tersedia untuk penanganan Covid-19, separuhnya telah terserap.

    "Mayoritas untuk bantuan sosial, bansos kita besar sekali," katanya kepada wartawan seusai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu 15 Juli 2020.

    Emil, sapaan Ridwan Kamil, menjelaskan bahwa anggaran tambahan nantinya akan digunakan untuk program padat karya dan juga kegiatan terkait penanganan kesehatan.

    “Kalau yang padat karya sudah kita mulai di desa-desa sudah mempekerjakan pengangguran sekitar 50.000 orang, karena kewajiban dari kita semua proyek sekarang harus pekerjakan orang-orang yang terdampak Covid-19,” ujarnya.

    Adapun, data Kementerian Dalam Negeri menyatakan alokasi anggaran bagi penanganan Covid-19 dari APBD sebanyak Rp 56,75 triliun. Sebanyak 42,6 persen atau Rp 24,1 triliun disalurkan untuk sektor kesehatan.

    Penanganan dampak ekonomi akan menyerap 12,6 persen di antaranya atau Rp7,12 triliun. Sementara itu, sisanya 44,8 persen atau sebanyak Rp25,34 triliun digunakan untuk bantuan sosial.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.