Luhut: Bak Gayung Bersambut, Jepang Berniat Investasi ke RI

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat meninjau PT Bintan Alumina Indonesia di Kepulauan Riau, Kamis, 2 Juli 2020. Luhut meminta perusahaan menjaga lingkungan. (Foto Humas Pemprov Kepri)

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat meninjau PT Bintan Alumina Indonesia di Kepulauan Riau, Kamis, 2 Juli 2020. Luhut meminta perusahaan menjaga lingkungan. (Foto Humas Pemprov Kepri)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menggelar pertemuan virtual dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang Kajiyama Hiroshi, Selasa, 14 Juli 2020. Dalam persamuhan itu, Luhut mengatakan Jepang berniat membenamkan investasinya ke Indonesia di kawasan industri Batang, Jawa Tengah.

    "Bak gayung bersambut, Mr Kajiyama menyampaikan ketertarikan Pemerintah Jepang untuk berinvestasi ke Indonesia dan berharap kami bisa memfasilitasi," tutur Luhut melalui akun Instagram pribadinya, Selasa, 14 Juli.

    Pertemuan ini turut didampingi oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang, Rudolf Alexander Asmaun. Luhut mengatakan pertemuannya dengan Kajiyama melalui dunia maya merupakan yang pertama kali dilakukan. Meski begitu, dia mengklaim hubungan keduanya sudah sangat karib dan merepresentasikan keakraban Indonesia-Jepang.

    Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan itu pun mengibaratkan hubungan keduanya seperti saudara. Keakraban ini bertambah saat Luhut dan Kajiyama membahas soal penanganan Covid-19. Luhut mengatakan, keduanya sama-sama memiliki visi untuk membendung laju penyebaran wabah dan mendorong pemulihan ekonomi, termasuk melalui relokasi investasi.

    "Saya merasa percaya diri ketika menyampaikan kesiapan Pemerintah Indonesia terkait relokasi investasi dan ekspansi perusahaan ke Indonesia di Kawasan Industri Batang," ucapnya.

    Luhut mengimbuhkan, di bawah pimpinan Presiden Jokowi, pemerintah memastikan negara akan memberikan kemudahan berbisnis lewat Omnibus Law dan Labour Law bagi investor. Bukan hanya dari Jepang, penanam modal itu juga berasal dari negara lain seperti Amerika Serikat dan Cina.

    Ihwal pengembangan kawasan Batang, Luhut meyakinkan lokasi industri ini akan mampu menyerap banyak lapangan pekerjaan, khususnya penduduk di lingkungan sekitar. Tak hanya membicarakan persoalan investasi di Batang, Luhut pun menyampaikan permohonan dukungan dari Jepang terkait sertifikasi ISPO bagi produk utama CPO (crude palm oil), seperti cangkang sawit, agar bisa di ekspor ke negara itu.

    "Demi keberlangsungan UMKM Indonesia," ucapnya. Luhut juga meminta Jepang membantu Indonesia menjadi hub ekspor produk otomotif lantaran negara sudah memiliki Free Trade Agreement (FTA) dengan ASEAN, Australia, dan Korea Selatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.