Soal Dampak Resesi Singapura ke RI, Luhut Pandjaitan: Lihat Nanti

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan pesan kepada warga muslim memasuki bulan suci Ramadan ini. Pesan yang disampaikan dalam video pendek ini diunggah di YouTube, Jumat dini hari, 24 April 2020. Youtube Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan pesan kepada warga muslim memasuki bulan suci Ramadan ini. Pesan yang disampaikan dalam video pendek ini diunggah di YouTube, Jumat dini hari, 24 April 2020. Youtube Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan enggan berkomentar banyak soal dampak resesi Singapura pada kuartal II tahun 2020 terhadap Indonesia.

    "Ya, kita lihat saja nanti," kata Luhut, yang juga mantan Duta Besar Indonesia untuk Singapura, saat ditemui di kantornya, Selasa petang, 14 Juli 2020.

    Luhut pun belum menyampaikan rencana yang akan dilakukan Indonesia untuk mencegah gelombang resesi. Adapun resesi ekonomi Singapura terjadi akibat pandemi Covid-19. "Produk domestik bruto Singapura anjlok 41,2 persen pada kuartal kedua ini,” tulis laporan Channel News Asia dan Reuters pada Selasa, 14 Juli 2020.

    Kondisi ini terjadi sebagai dampak berkurangnya permintaan eksternal dan penerapan lockdown oleh negara setempat untuk mencegah penyebaran Covid-19. Pandemi ini juga berdampak langsung pada proses pembangunan konstruksi, retail, dan sektor pariwisata.

    Otoritas Singapura mengatakan pihaknya telah memprediksi PDB akan menyusut 4-7 persen pada 2020 ini. Kementerian Perdagangan dan Industri juga melaporkan PDB Singapura menyusut 41,2 persen dari periode April hingga Juni.

    Sedangkan tiga bulan sebelumnya, PDB turun sebesar 3,3 persen. “Ini artinya Singapura telah memasuki masa resesi teknis, yang ditandai kontraksi ekonomi selama dua kuartal berturut-turut,” tulis Channel News Asia.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA | BUDI RIZA | CHANNEL NEWS ASIA | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.