Shopee Catat Lonjakan Jumlah Pembayaran Digital Selama Pandemi

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Shopee 8.8 Men Sale.

    Shopee 8.8 Men Sale.

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan e-commerce, Shopee, melihat adanya lonjakan jumlah pembayaran digital di tengah pandemi Covid-19. Perseroan melihat bahwa sejak pagebluk dimulai masyarakat banyak memilih opsi kartu kredit, transfer bank, dan ShopeePay untuk transaksi pembayaran mereka.

    Tren pilihan pembayaran non tunai ini diperkirakan akan terus berlanjut seiring dengan belum meredanya wabah corona. Direktur Shopee Indonesia Handhika Jahja mengatakan, pandemi ini telah membawa perubahan yang signifikan dalam cara hidup, bekerja, dan berbelanja online di tengah masyarakat.

    Di antara perubahan ini, kata dia, salah satunya dalam mewujudkan cashless society di Indonesia. "Sejalan dengan upaya physical distancing, kami melihat kecenderungan masyarakat dalam menerapkan pembayaran digital untuk kenyamanan dan keamanan yang lebih efektif, dengan dukungan upaya dari pemerintah dalam mendorong langkah ini," ujar Handika dalam keterangan tertulis, Senin, 13 Juli 2020.

    Handika mengatakan, perseroan mencatat tiga hasil pengamatan pada tren pembayaran digital di Indonesia. Pertama, 80 persen dari jumlah total pembelian menggunakan pembayaran digital, dilakukan oleh pengguna antara usia 18 hingga 34 tahun. Namun, pengguna yang lebih tua juga mulai mengadopsi metode pembayaran digital saat berbelanja online.

    Sebanyak 45 persen jumlah transaksi menggunakan ShopeePay yang digunakan oleh pengguna Shopee di atas usia 50 tahun. Mengingat pengguna yang lebih tua cenderung lebih sulit untuk beradaptasi dengan pembayaran digital, Handika mengatakan tren ini sekaligus menunjukkan kemudahan yang ditawarkan dalam penggunaan layanan tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.