476 Ribu Peserta Terima Pencairan Insentif Kartu Prakerja

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Layar menunjukkan situs Prakerja.go.id di Jakarta, Rabu, 29 April 2020. Pendaftaran Kartu Prakerja gelombang ketiga dibuka pada Senin, 27 April 2020 dan akan ditutup pada Kamis esok, 30 April 2020. TEMPO/Subekti.

    Layar menunjukkan situs Prakerja.go.id di Jakarta, Rabu, 29 April 2020. Pendaftaran Kartu Prakerja gelombang ketiga dibuka pada Senin, 27 April 2020 dan akan ditutup pada Kamis esok, 30 April 2020. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 476 ribu peserta program Kartu Prakerja gelombang I-III telah menerima pencairan dana insentif dari pemerintah. Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Prakerja, Denni Puspa Purbasari menyatakan insentif tersebut ditransfer melalui rekening atau dompet digital (e-wallet) masing-masing.

    “Sedangkan total peserta yang sudah menyelesaikan pelatihan sebanyak 495 ribu orang,” tutur Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Prakerja Denni Puspa Purbasari dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin, 13 Juli 2020.

    Adapun jumlah peserta penerima Kartu Prakerja untuk tiga gelombang tercatat sebanyak 680 ribu. Denni mengakui, hingga kini masih terdapat sejumlah peserta yang belum menerima pencairan stimulus. Sebagian besar ditengarai belum memenuhi prosedur seperti yang ditetapkan pemerintah.

    Denni menjelaskan, terdapat beberapa tahap yang harus dilalui para penerima manfaat agar dana insentif itu sampai ke rekening masing-masing. Pertama, peserta harus memberikan ulasan atau rating atas pelatihan yang sudah dilalui. Pelatihan itu sebelumnya dipilih oleh tiap-tiap peserta melalui platform digital yang sudah bermitra dengan Kartu Prakerja.

    “Rating membuat peserta Kartu Prakerja lain bisa memilih pelatihan atas dasar pengalaman. Ini adalah cara evaluasi langsung yang cepat dan langsung menyasar ke penggunanya,” tutur Denni.

    Kemudian, peserta harus memastikan bahwa nomor rekening serta e-walletnya aktif. Paling tidak, masa aktivasi tersebut sampai enam bulan mendatang lantaran insentif itu akan cair bertahap dalam waktu empat bulan.

    Sedangkan peserta yang menerima pencairan insentif melalui e-wallet harus memastikan aplikasinya sudah lebih dulu diperbarui. Nomor ponsel e-wallet peserta pun tak boleh berubah seperti saat mereka mengisi formulir pendaftaran.

    Selanjutnya, Denni meminta nomor induk kependudukan (NIK) yang terinput dalam sistem sama dengan data yang telah diverifikasi oleh Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja. “NIK yg dimasukkan ke tautan haru NIK yang dimasukkan ke program,” ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Inpres Jokowi Mencampur Militer dengan Sipil dalam Penerapan Protokol Kesehatan

    Melalui Inpres Nomor 6 Tahun 2020, Jokowi menginstruksikan Panglima TNI dan Kapolri untuk membantu penerapan protokol kesehatan menghadapi Covid-19.