Telkomsel Klaim Tak Istimewakan Kasus Denny Siregar

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Telkomsel. Twitter/@telkomsel

    Logo Telkomsel. Twitter/@telkomsel

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) mengklaim tidak mengistimewakan penanganan kasus kebocoran data pegiat media sosial Denny Siregar. Telkomsel menyatakan memperlakukan semua laporan secara adil.

    "Semua pelanggan sama," kata Vice President Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, 13 Juli 2020.

    Sebelumnya pada 5 Juli 2020, data pribadi milik Denny Siregar tersebar media sosial. Data milik Denny ini diunggah oleh akun twitter @opposite6891 berupa unggahan foto dan tertulis Access Point Name (APN) Telkomsel.

    Melalui akun twitter @Dennysiregar7, Ia meminta penjelasan kepada pihak Telkomsel mengenai kebocoran ini. "Saya menuntut jawaban dari #Telkomsel & @kemkominfo," tulis Denny. Kedua insiden kebocoran data pribadi ini kemudian yang membuat publik kembali mendesak RUU segera diselesaikan.

    Telkomsel pun melakukukan investigasi dan melaporkannya ke polisi. Hasilnya, kebocoran data ini ternyata berasal dari FPH, seorang karyawan outsourcing yang berprofesi sebagai Customer Service (CS) DI Grapari Rungkut Surabaya, Jawa Timur.

    Meski demikian, Telkomsel menjamin data pelanggan lainnya tetap aman dan tidak ada kebocoran. Denny pun membantah sistem di Telkomsel rentan atas aksi seperti ini. Sebab, sistem yang ada terbukti sudah berhasil mendeteksi aksi dari FPH ini.

    Namun di tengah kasus ini, sejumlah kalangan kemudian mempertanyakan cepatnya penanganan atas kasus Denny. Sebab, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate pun sampai meminta Telkomsel melakukan investigasi atas kasus ini.

    Dari catatan yang ada, Denny sebenarnya bukanlah orang pertama yang melaporkan kebocoran data ini. April 2019, inisiator dan co-founder AyoJagaTPS Mochammad James Falahuddin sempat melaporkan di media sosial soal kebocoran data yang dialaminya ke Telkomsel.

    Namun saat itu, kasus ini berakhir begitu saja dan tidak ada laporan Telkomsel ke kepolisian. Dari informasi yang dihimpun Tempo, kebocoran data James ini bukan dari Telkomsel, namun dari sumber lain. James pun tidak membuat pengaduan langsung ke Telkomsel maupun ke polisi.

    Tapi dari kasus Denny Siregar ini, Telkomsel berjanji untuk berbenah. "Sistem IT kami update, SOP kami sempurnakan," kata Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Inpres Jokowi Mencampur Militer dengan Sipil dalam Penerapan Protokol Kesehatan

    Melalui Inpres Nomor 6 Tahun 2020, Jokowi menginstruksikan Panglima TNI dan Kapolri untuk membantu penerapan protokol kesehatan menghadapi Covid-19.