Sentimen Kasus Covid-19, Rupiah Ditutup Menguat Tipis

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan bank mengitung uang 100 dolar amerika di Bank Mandiri Pusat, Jakarta, Selasa, 17 Maret 2020. Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa, semakin tertekan dampak wabah COVID-19. Rupiah ditutup melemah 240 poin atau 1,61 persen menjadi Rp15.173 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.933 per dolar AS. TEMPO/Tony Hartawan

    Karyawan bank mengitung uang 100 dolar amerika di Bank Mandiri Pusat, Jakarta, Selasa, 17 Maret 2020. Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa, semakin tertekan dampak wabah COVID-19. Rupiah ditutup melemah 240 poin atau 1,61 persen menjadi Rp15.173 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.933 per dolar AS. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar di pasar spot pada awal pekan, Senin, 13 Juli 2020, hanya menguat tipis 10 poin di level Rp 14.425 dari perdagangan pekan lalu yang berada di posisi Rp 14.435. Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan pergerakan mata uang garuda terpengaruh faktor internal meningkatnya kasus pandemi virus corona di Tanah Air.

    “Pelaku pasar merespons negatif terhadap kasus pandemi virus corona di Indonesia dalam minggu ini yang mencetak rekor tertinggi, bahkan akan bersaing dengan Cina, sehingga pemerintah perlu mewaspadai hal tersebut,” tuturnya, Senin, 13 Juli.

    Adapun jumlah pasien positif virus corona di dalam negeri per Ahad, 12 Juli 2020 tercatat mencapai 75.699 orang. Angka ini melonjak 2,27 persen atau bertambah 1.681 dibanding hari sebelumnya dan merupakan rekor tertinggi sejak Covid-19 masuk ke Indonesia.

    Pada saat yang sama, Ibrahim mengatakan DKI Jakarta sebagai ibu kota negara juga mencatatkan peningkatan pasien positif corona sebesar 2,86 persen atau 404 orang menjad 14.517 orang. “Kalau kondisi ini berlangsung terus, bukan tidak mungkin Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan kembali ke situasi sebelum ini yaitu pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB),” ucapnya. Kondisi ini pun akan berimbas pada terhentinya kegiatan perekonomian, kegiatan keagamaan, hingga kegiatan sosial.

    Meski begitu, Ibrahim menerangkan langkah Bank Indonesia untuk melakukan intervensi di pasar valas, obligasi, dan surat utang negara melalui transaksi Domestic Non Deliverable Forward (DNDF) dapat membendung sentimen negatif dari isu merebaknya pandemi virus corona di dalam negeri. Upaya ini, kata dia, dapat menahan keluarnya arus modal asing dari pasar keuangan Tanah Air sehingga rupiah memasuki zona aman.

    Sementara itu dari sisi eksternal, pergerakan mata uang terpengaruh oleh harapan pasar terhadap berakhirnya perang dagang Amerika Serikat dan mitranya, Cina. Pasar juga memiliki optimistis vaksin untuk virus corona segera ditemukan.

    “Pada hari Jumat, Gilead Sciences Inc mengatakan data tambahan dari penelitian tahap akhir menunjukkan antivirus remdesivir mengurangi risiko kematian dan secara signifikan meningkatkan kondisi pasien Covid-19 kepada pasien yang sakit parah,” ujarnya.

    Adapun nilai tukar rupiah pada perdagangan esok hari diproyeksikan masih akan menguat tipis di level Rp 14.440 dengan level resisten Rp 14.400.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Inpres Jokowi Mencampur Militer dengan Sipil dalam Penerapan Protokol Kesehatan

    Melalui Inpres Nomor 6 Tahun 2020, Jokowi menginstruksikan Panglima TNI dan Kapolri untuk membantu penerapan protokol kesehatan menghadapi Covid-19.