PHRI: Penjualan Hotel di Jawa Timur Dilakukan Tertutup

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Hotel (pixabay.com)

    Ilustrasi Hotel (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Surabaya - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur menyebut tren penjualan hotel di Jawa Timur saat pandemi Covid-19 rata-rata tidak dilakukan secara terbuka apalagi melalui situs jual beli properti.

    Sekretaris PHRI Jawa Timur Sugito Adhi mengatakan jual beli yang dilakukan pemilik hotel kepada investor lain lumrah dilakukan bahkan sebelum ada Covid-19. Namun di saat pandemi seperti sekarang pun tetap ada pemilik hotel yang menjual asetnya dengan berbagai alasan.

    “Di Jatim berbeda dengan daerah lain seperti Jakarta dan Bali yang jumlah hotelnya sangat banyak. Pemilik aset di sini sangat jarang menjual atau menginfokan melalui situs, karena jual beli bagi mereka adalah rahasia. Memang ada yang berniat menjual dalam kondisi seperti sekarang tapi tidak terang-terangan,” katanya kepada Bisnis, Minggu, 12 Juli 2020.

    Menurutnya, pemilik hotel yang menjual asetnya memiliki berbagai alasan. Diperkirakan saat ini karena dampak Covid-19 yang telah menghantam sektor perhotelan, hingga alasan lain misalnya pemilik hotel ingin konsentrasi pada bidang usaha lain yang dimilikinya.

    "Ada yang mungkin menjual karena keuntungan dari nilai yang tumbuh, ada banyak alasan kenapa mereka melepas. Kebetulan sekarang Covid-19 mungkin ada yang memanfaatkan kondisi itu,” katanya.

    Sugito menambahkan saat ini kondisi hotel di Jatim terus berusaha merangkak naik. Tingkat okupansinya juga masih sekitar 10 persen - 15 persen. Selain sudah ada tamu menginap untuk liburan singkat, hotel juga sudah mulai terbantu dengan bisnis MICE meskipun hanya mampu mendatangkan 10 – 20 orang.

    "Beberapa minggu ini sudah ada pergerakan walaupun tidak cepat karena masih ada regulasi soal traveling, dan beberapa fasilitas yang belum bisa dibuka, dan jumlah orang dibatasi, ini juga kaitanya dengan bisnis angkutan udara. Kalaupun okupansi hotel nanti bisa 20 persen itu sudah bagus,” katanya.

    Kemarin, Ketua PHRI Jawa Barat, Herman Muchtar menyebut puluhan hotel yang terdiri dari hotel melati hingga hotel bintang lima di Jawa Barat dijual pemiliknya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa Efek Buruk Asupan Gula Berlebih Selain Jadi Penyebab Diabetes dan Stroke

    Sudah banyak informasi ihwal efek buruk asupan gula berlebih. Kini ada satu penyakit lagi yang bisa ditimbulkan oleh konsumsi gula berlebihan.