Faktor Trump hingga Covid-19 Membayangi Pergerakan IHSG Pekan Ini

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG berpeluang konsolidasi menguat ke level 5.111 - 5.150 pekan ini.

    Pada perdagangan Jumat lalu, 10 Juli 2020, IHSG ditutup pada zona merah dengan penurunan sebesar 0,43 persen atau 21,54 poin ke level 5.031,25. Sepanjang perdagangan Jumat, IHSG bergerak fluktuatif dalam kisaran 5.022,17 – 5.076,52.

    Sebanyak 9 dari 10 sektor pada IHSG ditutup di teritori negatif, dipimpin properti (-1,19 persen) dan aneka industri (-1,14 persen). Satu-satunya sektor yang mampu menguat adalah finansial (+0,14 persen).

    Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee memprediksi indeks pekan ini berpeluang konsolidasi menguat setelah kenaikan pada awal pekan lalu dengan support di level 4.985 sampai 4.885 dan resistance di level 5.111 sampai 5.150.

    Diuraikannya, beberapa sentimen yang mungkin mempengaruhi pergerakan IHSG pada pekan ini adalah peningkatan kasus Covid-19 pada pekan kemarin dan perkiraan akan berlanjut pada pekan ini yang menjadi sentimen negatif pasar saham.

    Dari dalam negeri, sentimen negatif berasal dari perkembangan kasus Covid-19 yang masih menunjukkan tren naik dan belum memberikan tanda-tanda puncak.

    “Peluang penyebaran virus Covid-19 lewat udara seperti yang disampaikan WHO menjadi sentimen negatif pasar,” tulisnya dalam riset yang diterima Bisnis, Minggu, 12 Juli 2020.

    Di sisi lain, perkembangan obat remdesivir obat antivirus Gilead Sciences dan kelanjutan vaksin Covid-19 salah satunya dari Moderna yang akan memasuki fase 3 menjadi sentimen positif bagi pasar.

    Adapun, lonjakan kasus virus Covid-19 di Amerika Serikat dan perintah Mahkamah Agung untuk membuka catatan keuangan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, diyakini akan membuat peluang Trump terpilih kembali menjadi lebih sulit.

    Pasalnya, hal itu berpotensi mengungkap keburukannya, sehingga menjadi sentimen negatif pasar saham Amerika.

    Pasar dinilai punya ekspektasi yang tinggi bahwa dana pemulihan virus Covid 19 sebesar 750 miliar euro (US$ 851,70 miliar) akan disetujui oleh negara-negara anggota zona Eropa di bulan Juli.

    “Memasuki bulan Juli pelaku pasar menanti data laba korporasi untuk kuartal kedua. Laporan laba bila lebih baik dari harapan pelaku pasar akan mendorong pergerakan yang positif, tetapi bila terjadi sebaliknya akan cenderung mendorong pasar saham terkoreksi,” katanya.

    Selanjutnya, perbaikan data ekonomi Cina dan spekulasi Cina sedang menggunakan kekuatan internal domestik untuk mendukung ekonomi yang terdampak pandemi Covid-19 serta sengketa perdagangan dengan Amerika Serikat menjadi sentimen positif di pasar.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa Efek Buruk Asupan Gula Berlebih Selain Jadi Penyebab Diabetes dan Stroke

    Sudah banyak informasi ihwal efek buruk asupan gula berlebih. Kini ada satu penyakit lagi yang bisa ditimbulkan oleh konsumsi gula berlebihan.