Simak, Saham Ini Laris Manis Sepanjang Pekan Lalu

Reporter:
Editor:

Setri Yasra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • BRIsyariah menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Al Rajhi Bank Malaysia yang merupakan fully subisidiary dari Al-Rajhi Bank of Saudi Arabia yang meng-cover bisnis Al-Rajhi di wilayah Asia Tenggara, Senin, 29 April 2019.

    BRIsyariah menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Al Rajhi Bank Malaysia yang merupakan fully subisidiary dari Al-Rajhi Bank of Saudi Arabia yang meng-cover bisnis Al-Rajhi di wilayah Asia Tenggara, Senin, 29 April 2019.

    TEMPO.CO, Jakarta -Saham PT Bank Rakyat Indonesia Syariah Tbk. menjadi saham yang paling sering diperdagangkan dalam sepekan terakhir, mulai dari 6 hingga 10 Juli 2020. Isu merger bank syariah menjadi pemantik kenaikan harga saham berkode BRIS ini.

    Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan, selama lima sesi perdagangan, saham BRIS diperdagangkan dengan frekuensi sebanyak 192.333 kali. Volume saham yang diperdagangkan mencapai 3,24 miliar lembar senilai Rp1,45 triliun.

    Kinerja saham BRIS yang moncer turut mengantarkan anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. ini ke dalam daftar saham paling cuan sepekan terakhir. Harga saham BRIS tercatat naik 49 persen sepanjang pekan lalu.

    Dalam lima hari perdagangan, saham BRIS ditutup di zona hijau sebanyak 3 sesi sedangkan 2 sesi lain di zona merah. Dalam sebulan tearkhir, harga saham BRIS sudah naik hampir 60 persen sedangkan dalam periode tahun berjalan, kenaikan mencapai 43,64 persen.

    Secara umum, pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menembus level 5.000. Sepanjang pekan, IHSG bergerak di kisaran 4.987 s.d 5.076. Secara kumulatif IHSG ditutup menguat 1,16 persen.

    Harga saham BRIS mulai melesat tidak lama setelah Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan rencana merger bank syariah milik BUMN. Pada 2 Juli 2020, Erick mengatakan rencana merger bank syariah milik BUMN diharapkan rampung pada Februari 2021.

    Erick mengatakan upaya merger bank syariah BUMN tersebut dilakukan untuk mendorong pengembangan pasar keuangan syariah. Pasalnya, menurutnya, pasar syariah juga memiliki prospek kebutuhan yang cukup besar di Indonesia. “Kami sedang mengkaji bank-bank syariah ini jadi satu, Insya Allah Februari tahun depan jadi satu, Bank Syariah Mandiri, BRI Syariah, dan sebagainya,” katanya Kamis (2 Juli 2020).

    Selain BRIS, ada dua bank umum syariah dan satu unit usaha syariah yang dimiliki BUMN, yaitu PT Bank BNI Syariah, PT Bank Syariah Mandiri, dan Unit Usaha Syariah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

     

    BISNIS.COM

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.