Hutama Karya: Tol Trans Sumatera Tak Layak Secara Finansial

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tol Trans Sumatera khususnya ruas Palembang-Kayuagung akan diresmikan presiden Agustus nanti. Foto: PARLIZA HENDRAWAN

    Tol Trans Sumatera khususnya ruas Palembang-Kayuagung akan diresmikan presiden Agustus nanti. Foto: PARLIZA HENDRAWAN

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Keuangan PT Hutama Karya(Persero) Hilda Savitri membeberkan kendala utama pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera. Menurutnya, kendala terbesar JTTS, yaitu proyek tidak layak secara finansial.

    "Kendala terbesar dari proyek JTTS ini yang menjadi background kenapa Hutama Karya ditugaskan adalah karena proyek ini tidak layak secara finansial," kata Hilda dalam diskusi virtual, Sabtu, 11 Juli 2020..

    Menurutnya, hal itu karena traffic yang ada di Jalan Tol Trans Sumatera ini berada jauh di bawah minimum traffic yang secara komersial. Dia mengatakan tol layak secara komersial jika volume trafficnya sekitar 25 ribu. Sementara yang ada saat ini semua di bawah 15 ribu bahkan sampai di bawah 10 ribu per hari.

    Selain itu, kendala pembebasan lahan tetap menjadi permasalahan di lapangan. Namun sejauh ini ini, kendala itu sebagian besar dapat diatasi dengan koordinasi dengan berbagai pihak.

    "Buktinya kami dalam 5 tahun bisa membangun 500 km tol, berarti itu dukungan dari semua pihak yang sangat mendukung proyek ini," ujarnya.

    Kemudian, pembangunan jalan tol itu juga memiliki kendala pendanaan, karena dari total yang dibutuhkan Rp 386 triliun, saat ini hanya Rp 90 triliun yang tersedia. Artinya, masih ada sekitar Rp 296 triliun yang dibutuhkan untuk menyelesaikan 2.769 km ini.

    "Lalu juga kemampuan internal perusahaan, (DER) rasio utang terhadap ekuitas atau debt to equity ratio sudah cukup tinggi sebesar 2,8 kali walaupun sebagian besar telah dijamin oleh pemerintah," kata dia.

    Adapun, kata dia, perseroan menargetkan Jalan Tol Trans Sumatera mencapai 500 kilometer pada akhir 2020. Dia mengatakan saat ini perseroan sudah mengoperasikan 364 km dari 5 ruas tol dan sebentar lagi dalam tahap inspeksi final sebesar 131 km, yaitu ruas Pekanbaru-Dumai. Sedangkan total 771 km sedang dalam proses konstruksi.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa Efek Buruk Asupan Gula Berlebih Selain Jadi Penyebab Diabetes dan Stroke

    Sudah banyak informasi ihwal efek buruk asupan gula berlebih. Kini ada satu penyakit lagi yang bisa ditimbulkan oleh konsumsi gula berlebihan.