Tol Trans Sumatera Ditargetkan Capai 500 KM di Akhir 2020

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hutama Karya menargetkan Jalan Tol Trans-Sumatera rampung seluruhnya pada 2024.

    Hutama Karya menargetkan Jalan Tol Trans-Sumatera rampung seluruhnya pada 2024.

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Keuangan PT Hutama Karya (Persero) Hilda Savitri menargetkan Jalan Tol Trans Sumatera yang beroperasi akan mencapai 500 kilometer pada akhir 2020. Saat ini, perseroan sudah mengoperasikan 364 km tol dari 5 ruas dan sebentar lagi dalam tahap inspeksi final sebesar 131 km, yaitu ruas Pekanbaru-Dumai.

    "Itu total 771 km sedang dalam proses konstruksi. Sehingga akhir tahun ini kami harapkan total ruas yang sudah beroperasi naik menjadi 500 km," kata Hilda dalam diskusi virtual, Sabtu, 11 Juli 2020.

    Dia menuturkan, Hutama Karya mendapatkan penugasan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 117 Tahun 2015 untuk membangun Jalan Tol Trans Sumatera sepanjang 2,769 km. Dari proyek itu, kata dia, nilai investasi yang diperlukan adalah Rp 476 triliun.

    Dari total kebutuhan itu, dana yang sudah dipenuhi sampai saat ini sebesar Rp 90 triliun. Di mana dari Rp 90 triliun itu ekuitas sebesar Rp 55 triliun pinjaman dari perbankan dan global bond sebesar Rp 35 triliun. "Sehingga total sisa kebutuhan untuk menyelesaikan JTTS adalah sebesar Rp 386 triliun," ujarnya.

    Dia juga menuturkan, sebelum penugasan, total aset perseroan sebesar Rp 12,3 triliun, namun naik menjadi Rp 91,6 triliun di akhir 2019. Itu semua, kata dia, dibutuhkan untuk pembangunan jalan tol Trans Sumatera.

    "Nilai ekuitas kami juga pada tahun 2015 hanya sebesar Rp 5 triliun dan naik menjadi Rp 22,9 triliun, mostly dari setoran pemerintah terkait pembangunan JTTS," kata Hilda.

    Selain memperoleh bantuan modal dari pemerintah, kata dia, Hutama Karya juga mencari alternatif pembiayaan antara lain sekuritisasi aset dari ruas JORR S dan Akses Tanjung Priok (ATP), Viability Gap Fund (VGF), penerbitan Global Medium Term Notes (GMTN), dan fasilitas cash deficiency support.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.