IA-CEPA Diteken, Defisit Perdagangan RI-Australia Bakal Berkurang

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agus Suparmanto. ANTARA

    Agus Suparmanto. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Agus Suparmanto optimistis perjanjian ekonomi komprehensif antara RI - Australia atau IA-CEPA bisa berdampak positif mengurangi defisit perdagangan antara RI dengan negara kangguru tersebut pada tahun 2021. Pada tahun 2019, defisit perdagangan Indonesia atas Australia mencapai US$ 3,2 miliar atau sekitar Rp 46 triliun.

    Meski tak menyebutkan berapa target atau prediksi penurunan defisit yang akan dibidik, Agus yakin angkanya akan berkurang signifikan terjadi pada tahun 2021. 

    “Indonesia masih defisit dengan Australia sebesar US$ 3,2 miliar pada 2019. Diharapkan berkurang, tapi secara signifikan berkurangnya di tahun 2021,” ucap Menteri Agus dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Jumat, 10 Juli 2020.

    Dengan IA-CEPA, kini Australia menghapus 6.474 pos tarif menjadi 0 persen saat pemberlakuan perjanjian pada 5 Juli lalu. Sementara itu, Indonesia mengeliminasi 94,6 persen dari semua pos tarif perdagangan dengan Australia.

    Menurut Agus, pihak terkait tidak perlu khawatir tentang bagaimana Pemerintah Indonesia melindungi beberapa produk yang selama ini dinilai sensitif bagi Indonesia. Sebab, perjanjian ini memiliki mekanisme TRQ atau Tarif Rate Quota. "Di mana dalam jumlah tertentu akan diberi preferensi tarif,” ujar Mendag.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?