Minta Kaltim Kembangkan Energi Terbarukan, Luhut: Itu Masa Depan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dan Menteri Ristekdikti Mohamad Nasir melakukan konvoi kendaraan bermotor listrik di Monumen Nasional, Jakarta, Sabtu, 31 Agustus 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dan Menteri Ristekdikti Mohamad Nasir melakukan konvoi kendaraan bermotor listrik di Monumen Nasional, Jakarta, Sabtu, 31 Agustus 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta pemerintah daerah di Kalimantan Timur mulai menyusun rencana strategis di sektor energi terbarukan. Sebab, sektor tersebut dapat mendorong investasi baru dan memberi nilai tambah pada sektor ekonomi yang sudah ada.

    “Terkait investasi, yang perlu diperhatikan adalah jangan membawa teknologi yang merusak lingkungan, walaupun kita ingin mendapatkan investor. Dan Investasi Renewable Energy dan Green Industry itu adalah masa depan," ujar Luhut dalam keterangan tertulis, Jumat, 10 Juli 2020.

    Dia mengatakan peluang di sektor energi bersih dan terbarukan masih cukup besar. Karenanya, hal tersebut harus dilihat dan dipelajari lebih jauh. Hal itu sejalan dengan upaya mitigasi agar ekonomi tetap berjalan dan pertumbuhan dapat diakselerasi pasca pandemi.

    Dalam kesempatan itu, Luhut menyoroti potensi turunnya Produk Domestik Bruto Provinsi Kalimantan Timur akibat dampak Covid-19 yang memicu perlambatan ekonomi global dan nasional. Luhut meminta kepala daerah, baik gubernur, wali kota, maupun bupati di Kalimantan Timur harus memikirkan upaya hilirisasi untuk memacu perekonomian di sana.

    "Jadi bukan hanya gali dan ekspor saja, bukan itu lagi karena itu nanti habis. Maka kita buat supaya betul-betul ada nilai tambah,” kata dia.

    Sektor pertambangan dan perkebunan memberi kontribusi sangat signifikan terhadap pertumbuhan PDB Kalimantan Timur. Selain ekspor batubara dan migas, minyak sawit mentah alias CPO juga menjadi komoditas ekspor yang menunjang ekonomi Kaltim. Dengan kondisi itu, menurut Luhut, potensi ekonomi Kaltim sudah cukup baik.

    Namun, ia mengatakan komoditas ekspor tersebut perlu diberi nilai tambah dengan cara diolah. Untuk meningkatkan nilai tambah komoditas ekspor, Luhut berujar perlunya Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Karena itu, salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mengembangkan sektor pendidikan.

    “Menurut saya kenapa tidak diajak dari pihak tambang itu untuk membantu membangun politeknik yang berkualitas, misalnya politeknik khusus tambang seperti yang terjadi pada industri di Morowali dan sebagainya, bersama dengan Pemda, Kementerian Pendidikan dan Kementerian Perindustrian sehingga kualitas pendidikannya juga jalan," kata Luhut.

    Dia menyadari pengembangan pendidikan akan membutuhkan waktu. Namun, ia menyarankan pemerintah daerah tetap berinisiatif dalam melakukan pengembangan SDM tersebut.

    “Kaltim ini sebenarnya masih sangat oke banget kalau kita lihat dari rata-rata nasional. Dari rapat kemarin kelihatan itu orang yang mau travelling sudah mulai meningkat, jadi ekonomi itu mulai jalan,” tutur Luhut.

    Dia mengatakan pemerintah pusat siap memfasilitasi dan bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam rangka membantu realisasi investasi yang memberi nilai tambah ekonomi, sosial dan sesuai prinsip pembangunan berkelanjutan.

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kamala Harris, Senator yang Dikecam Donald Trump, Jadi Pilihan Joe Biden

    Calon Presiden AS Joe Biden memilih Senator California Kamala Harris sebagai calon wakilnya. Pilihan Biden itu mengejutkan Donald Trump.