Airlangga Hartarto: Tren Penularan Covid-19 Belum Menurun

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ditemui sebelum mengelar rapat koordinasi tentang optimalisasi PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI). Dalam pertemuan itu pemerintah salah satunya membahas soal opsi menjadikan TPPI sebagai BUMN. Tempo/Dias Prasongko

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ditemui sebelum mengelar rapat koordinasi tentang optimalisasi PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI). Dalam pertemuan itu pemerintah salah satunya membahas soal opsi menjadikan TPPI sebagai BUMN. Tempo/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan tingkat penularan Covid-19 masih menunjukkan tren yang meningkat. Tidak hanya di tingkat domestik, namun juga di tingkat global.

    "Trennya itu belum menurun," kata Airlangga dalam Webinar Nasional Detik.com tentang Strategi Pemerintah Hadapi Ancaman Gelombang Kedua Corona pada Jumat, 10 Juli 2020.

    Secara global, kasus Covid-19 sudah mencapai 11 ribu, naik 203 ribu kasus pada 8 Juli 2020. Di Indonesia, kasus yang diumumkan pada 9 Juli 2020 kembali memecahkan rekor dengan angka 2.657 kasus baru. Sehingga, total kasunya mencapai 70.756 kasus.

    Tren peningkatan kasus ini terjadi setelah pemerintah mulai melonggarkan pembatasan sosial yang sudah berjalan sejak akhir Maret 2020. Di sejumlah daerah, kluster baru bermunculan.

    Salah satunya di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat atau Secapa AD, Bandung, Jawa Barat. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Berlu Hamdani Gelung Sakti, memperkirakan jumlah pasien tertular mencapai 200 orang.

    Tak hanya tren keseluruhan, Airlangga menyebut tren kasus per minggu secara nasional juga masih naik. Menurut dia, peningkatan ini sebanding dengan tes PCR yang meningkat, menjadi 12 ribu sesuai.

    Pada saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) 3 hingga 9 Mei 2020, rata-rata jumlah orang yang diperiksa baru 4.185 orang. Tapi pada 3 hingga 9 Juli, naik tiga kali lipat menjadi 12.135 orang. "Sesuai target Pak Presiden," kata dia.

    Walakin, pelonggaran PSBB menuju new normal ini melahirkan konsekuensi, naiknya rata-rata kasus positif Covid-19. Pada periode yang sama, yaitu 3 hingga 9 Mei, angkanya hanya 396 kasus. Lalu pada 3 hingga 9 Juli, angkanya melonjak jadi 1.246 kasus.

    Meski rata-rata kasus positif naik, rata-rata terkonfirmasi sembuh juga naik. Dari 136 orang, menjadi 869 orang. Sehingga, recovery rate pun naik, dari 34,34 persen menjadi 50,34 persen.

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bahaya dan Manfaat yang Kita Dapat dari Mengkonsumsi Kayu Manis

    Kayu Manis banyak memiliki khasiat yang baik untuk tubuh kita. Namun beberapa jenis penyakit dapat terpicu bila kelewat sering mengonsumsi kayu manis.