IHSG Ditutup Melemah, Investor Khawatir Penularan Covid-19

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung memperhatikan layar pergerakan saham saat Public Expose Live 2019 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa, 20 Agustus 2019. Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) atau yang biasa disebut Self Regulatory Organization (SRO) menggelar Public Expose Live 2019 yang diikuti 42 emiten. TEMPO/Tony Hartawan

    Pengunjung memperhatikan layar pergerakan saham saat Public Expose Live 2019 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa, 20 Agustus 2019. Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) atau yang biasa disebut Self Regulatory Organization (SRO) menggelar Public Expose Live 2019 yang diikuti 42 emiten. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir pekan ini ditutup melemah tertekan meningkatnya jumlah kasus positif COVID-19. IHSG melemah 21,54 poin atau 0,43 persen ke posisi 5.031,26. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 4,98 poin atau 0,63 persen menjadi 784,56.

    "Kelihatannya kekhawatiran eskalasi kasus COVID-19 jadi faktor yang dominan hari ini," kata analis Indo Premier Sekuritas, Mino di Jakarta, Jumat, 10 Juli 2020.

    Dibuka melemah, IHSG langsung menguat namun hanya bertahan sejam lalu kembali terkoreksi. Pada sesi kedua, IHSG masih terus berada di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

    Secara sektoral, sembilan sektor terkoreksi dimana sektor properti turun paling dalam yaitu minus 1,19 persen, diikuti sektor aneka industri dan sektor konsumer masing-masing minus 1,14 persen dan minus 1,01 persen. Sedangkan satu sektor naik yaitu sektor keuangan sebesar 0,14 persen.

    Penutupan IHSG diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing sebesar Rp 96,62 miliar. Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 619.553 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 9,42 miliar lembar saham senilai Rp 6,66 triliun. Sebanyak 142 saham naik, 260 saham menurun, dan 150 saham tidak bergerak nilainya.

    Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 253,86 poin atau 1,13 persen ke 22.290,81, indeks Hang Seng turun 482,75 poin atau 1,84 persen menjadi 25.727,41, dan indeks Shanghai melemah 67,27 poin atau 1,95 persen ke 3.383,23.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?