Proyek Pengembangan 10 Desa Wisata Danau Toba Resmi Dimulai

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Danau Toba, Sumatera Utara menjadi salah satu dari lima Destinasi Super Prioritas (DSP) yang diusung pemerintah. Untuk menunjang lokasi wisata itu, telah dibangun The Kaldera Toba Nomadic Escape, di atas lahan Zona Otorita Kabupaten Toba Samosir. Pemerintah pun telah menganggarkan biaya Rp2,2 triliun untuk meningkatkan potensi wisata di danau tersebut. TEMPO/Tony Hartawan

    Danau Toba, Sumatera Utara menjadi salah satu dari lima Destinasi Super Prioritas (DSP) yang diusung pemerintah. Untuk menunjang lokasi wisata itu, telah dibangun The Kaldera Toba Nomadic Escape, di atas lahan Zona Otorita Kabupaten Toba Samosir. Pemerintah pun telah menganggarkan biaya Rp2,2 triliun untuk meningkatkan potensi wisata di danau tersebut. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembangunan 10 desa wisata di Danau Toba, Sumatera Utara resmi dimulai hari ini. Dimulainya proyek ini ditandai dengan peletakan batu pertama atau ground breaking. 

    "Ditandai dengan ground breaking toilet wisata," kata Kepala Badan Otoritas Pariwisata Danau Toba Arie Prasetyo dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, 10 Juli 2020.

    Ground breaking ini, kata Arie, disaksikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. Lalu hadir juga Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama.

    Pengembangan 10 desa wisata ini adalah salah satu upaya untuk mendukung Danau Toba sebagai destinasi superprioritas. Luhut sendiri sejak pertengahan April 2020 lalu telah meminta agar pengembangan kawasan wisata tersebut dimulai Juli ini.

    Setidaknya ada 10 desa wisata yang rencananya akan dikembangkan di Danau Toba. Rinciannya yaitu Kabupaten Humbang Hasundutan (tiga desa), Kabupaten Toba (empat desa) dan Kabupaten Tapanuli Utara (tiga desa).

    Dari semua desa tersebut, ada berbagai kebutuhan utama terutama infrastruktur yang wajib dibenahi. Di antaranya, perbaikan akses jalan (tujuh desa), penyediaan air bersih (lima desa), pelatihan SDM (tiga desa) dan perbaikan rumah adat (dua desa).

    Selain itu, 10 desa wisata ini juga akan menjalani program percontohan One Village One Product (OVOP). Semua pengembangan ini dibantu dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina (Persero) dan PT Pegadaian (Persero).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?