Menteri Luhut Klaim UEA Minat Kerja Sama Vaksin dengan Indonesia

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan pesan kepada warga muslim memasuki bulan suci Ramadan ini. Pesan yang disampaikan dalam video pendek ini diunggah di YouTube, Jumat dini hari, 24 April 2020. Youtube Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan pesan kepada warga muslim memasuki bulan suci Ramadan ini. Pesan yang disampaikan dalam video pendek ini diunggah di YouTube, Jumat dini hari, 24 April 2020. Youtube Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim Uni Emirat Arab berminat menjajaki kerja sama dengan Indonesia untuk memproduksi vaksin. Informasi itu ia sampaikan saat memberkan bekal kepada calon duta besar di Jakarta, Kamis, 9 Juli 2020.

    “Uni Emirat Arab sangat berminat untuk bekerja sama dengan perusahaan Indonesia guna memproduksi vaksin dengan rencana produksi hingga 1 juta vaksin per tahun,” ujar Luhut melalui keterangan tertulis.

    Selain UEA, dia menyebut ada tiga negara yang telah menyatakan niat untuk mengembangkan riset dan inovasi dalam bidang kesehatan di Tanah Air. Namun, Luhut tak menggamblangkan kejelasan tiga negara yang dimaksud.   

    Luhut mengatakan Indonesia saat ini tengah mengejar kemandirian nasional di sektor kesehatan. Menurut dia, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 80 triliun untuk meningkatkan fasilitas dan keperluan lainnya di bidang medis.

    Begitu juga dalam mengejar pemulihan ekonomi nasional. Dia memastikan pemerintah akan memprioritaskan aspek kesehatan di samping memberi bantuan sosial dan mengucurkan stimulus ekonomi untuk pemulihan sektor swasta.

    Luhut kembali mengklaim, saat ini pemerintah telah semakin baik dalam menangani wabah dan mempertimbangkan sejumlah aspek untuk mengambil keputusan. “Karena segala sesuatunya memang harus berhati-hati, apalagi ini untuk masyarakat. Contoh keputusan tidak lockdown, banyak pihak menilai itu adalah taktik dan strategi yang baik,” katanya.

    Dengan kebijakan itu, dia menyatakan Indonesia memperoleh pujian dari badan keuangan dunia. “Badan keuangan dunia pun memuji langkah kita, karena perekonomian kita tidak tergoncang secara drastis,” tuturnya. Ia pun berharap kerjasama dengan UEA bisa terlaksana. 

    FRANCISA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.