Kemenhub Minta Warga Tak Main Layang-layang di Kawasan Bandara

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi layang-layang. Sumber: Qurito

    Ilustrasi layang-layang. Sumber: Qurito

    TEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Perhubungan meminta masyarakat di sekitar Provinsi Bali tidak bermain layang-layang atau balon udara di Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto menyatakan masyarakat memiliki peranan penting dalam menjamin keamanan laju pesawat.

    "Namun tidak dapat dimungkiri bahwa kesadaran masyarakat untuk menjaga aspek ini masih rendah. Contohnya masih ada laporan masyarakat yang bermain layang-layang di sekitar wilayah bandara,” kata Novie dalam keterangannya pada Jumat dinihari, 10 Juli 2020.

    Novie menjelaskan, kegiatan tersebut dapat mengganggu lalu-lintas serta keamanan penerbangan. Dia juga khawatir layang-layang atau balon udara yang dilepas di kawasan bandara akan tertabrak oleh pesawat.

    Di sisi lain, menurut Novie, pihaknya mencegah adanya potensi masalah operasional pesawat karena masuknya partikel-partikel benda ke mesin. Musababnya, persoalan tersebut akan berpengaruh terhadap sistem pendaratan.

    “Untuk itu, kami mengharapkan agar masyarakat bersama-sama mematuhi aturan yang telah ditetapkan,” tuturnya.

    Adapun larangan berkegiatan di bandara tanpa seizin pihak pengelola telah diatur dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 2009. Beleid itu memuat poin yang menyatakan bahwa wilayah daratan, perairan, maupun ruang udara yang berada di sekitar bandara hanya boleh digunakan untuk kegiatan operasional penerbangan.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa Efek Buruk Asupan Gula Berlebih Selain Jadi Penyebab Diabetes dan Stroke

    Sudah banyak informasi ihwal efek buruk asupan gula berlebih. Kini ada satu penyakit lagi yang bisa ditimbulkan oleh konsumsi gula berlebihan.