Bank Bukopin: Kookmin Tidak Mengurangi Fokus Bisnis di UMKM

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bank Bukopin meluncurkan 3 (tiga) program istimewa bagi para nasabah Prioritas.

    Bank Bukopin meluncurkan 3 (tiga) program istimewa bagi para nasabah Prioritas.

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk Rivan Achmad Purwantono mengatakan KB Kookmin Bank Co. Ltd. atau Kookmin Bank tidak mengurangi atau mengubah target bisnis awal Bukopin yang fokus pada usaha mikro kecil dan menengah. Menurutnya, saat ini 57 persen nasabah bank Bukopin adalah UMKM.

    Saat awal berdiri Kookmin di memang bergerak di sektor pembiayaan perumahan atau mortgage, kemudian bertransformasi bergerak di UMKM. "Di Asia penerapannya hampir 90 persen UMKM. Jadi praktis ketika masuk ke Bank Bukopin, Kookmin akan menerapkan hal yang sama. Ini tidak akan dikurangi kadar UMKM-nya," kata Rivan dalam diskusi virtual, Kamis, 9 Juli 2020.

    Bahkan, Kookmin Bank bersama Bank Bukopin justru akan semakin fokus kepada sektoe UMKM. "Juga pada consumer, karena di mortgage pun banyak sekali development yang bisa dilakukan dengan pasar masih bagus untuk Indonesia," ujarnya.

    Adapun dia juga mengatakan Kookmin Bank akan memberikan kontribusi yang baik. Dia berharap dengan masuknya Kookmin, tidak timbul kekhawatiran lagi untuk perseroan mengembangkan tata cara bisnis yang lebih baik.

    Rivan menuturkan, sejak 2018, Kookmin telah mendapatkan dua yang masuk dalam Bukopin, yaitu seorang komisaris dan seorang direktur risk management.

    "Diharapkan skala bisnis kita semakin besar, dari base on cabang mungkin nanti base on aplikasi atau agen. Kookmin mendidik management untuk menjadi global banker. Ini hal positif," kata dia.

    Dia menilai Kookmin Bank merupakan satu raksasa finansial di Korea yang memiliki 12 perusahaan dengan aset sekitar Rp 1.500 triliun dan khusus Kookmin Bank mempunyai Rp 1.400 triliun.

    Saat itu Kookmin Bank menjadi pemegang saham terbesar kedua. Adapun pemegang saham terbesar pertama yaitu, Bosowa Corporindo 23 persen, Kookmin 22 persen, pemerintah 8,9 persen, Kopelindo 5 persen, dan publik 4 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa Efek Buruk Asupan Gula Berlebih Selain Jadi Penyebab Diabetes dan Stroke

    Sudah banyak informasi ihwal efek buruk asupan gula berlebih. Kini ada satu penyakit lagi yang bisa ditimbulkan oleh konsumsi gula berlebihan.