Ajak Pakai Masker, Erick Thohir Singgung soal Presiden Brasil

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peresmian pengoperasian Laboratorium Biomolekuler PCR milik RS PHC oleh Menteri BUMN Erick Thohir di RS PHC Sabtu, 9 Mei 2020, yang didampingi Direktur Utama Pelindo III Doso Agung dan Direktur Utama RS PHC Abdul Rofid Fanany.

    Peresmian pengoperasian Laboratorium Biomolekuler PCR milik RS PHC oleh Menteri BUMN Erick Thohir di RS PHC Sabtu, 9 Mei 2020, yang didampingi Direktur Utama Pelindo III Doso Agung dan Direktur Utama RS PHC Abdul Rofid Fanany.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyinggung Presiden Brasil Jair Bolsonaro yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona atau Covid-19. Tak ada bermaksud lain, Erick hanya mengingatkan bagaimana pentingnya menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin, salah satunya dengan tertib menggunakan masker.

    "Brasil pun, tak ada maksud apa-apa presidennya menolak memakai masker dan tidak jaga jarak, beliau sendiri kena kemarin," kata Erick saat sambutan penyerahan apresiasi kepada tenaga kesehatan secara daring, Kamis, 9 Juli 2020.

    Dengan fase new normal saat ini, Erick Thohir mengatakan, protokol kesehatan sudah menjadi hal utama dalam beraktivitas sebelum ditemukannya vaksin antivirus. "Ini situasi normal baru yang memang suka tidak suka, kita harus hadapi selama vaksinnya belum ditemukan," ujarnya.

    Erick pun mengaku tak yakin jika vaksin antivirus Corona dapat ditemukan dalam waktu dekat. Namun ia berharap dugaannya tak benar.

    "Saya melihat vaksin ini belum juga bisa ditemukan dalam waktu pendek. Semoga saya salah, kalau ternyata vaksin ini ditemukan akhir tahun tentu bisa diproduksi, tentu tahun depan bisa ada solusinya," kata Erick Thohir.

    Sebelumnya, Presiden Brasil Jair Bolsonaro menyatakan dirinya positif terinfeksi virus corona atau Covid-19. "Semua orang tahu bahwa hal itu akan menggapai sebagian besar populasi cepat atau lambat. Itu positif bagi saya," kata Bolsonaro melalui saluran TV Brasil hari Selasa, 7 Juli 2020.

    Ucapan Bolsonaro itu merujuk pada hasil tes Covid-19 yang dilakukan sehari sebelumnya. Adapun, sebelum Presiden Bolsonaro terjangkit virus corona, dirinya kerap menolak menggunakan masker, dan mengadakan pertemuan dengan masyarakat bahkan memeluk para pendukungnya.

    Brasil menempati posisi kedua setelah Amerika Serikat terkait dengan jumlah kasus infeksi virus Corona dan kematian. Lebih dari 65 ribu orang tewas akibat wabah virus corona menyerang Brasil. Kementerian Kesehatan Brasil melaporkan kemarin, total jumlah kasus infeksi virus sebesar 1.623.284 kasus.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Inpres Jokowi Mencampur Militer dengan Sipil dalam Penerapan Protokol Kesehatan

    Melalui Inpres Nomor 6 Tahun 2020, Jokowi menginstruksikan Panglima TNI dan Kapolri untuk membantu penerapan protokol kesehatan menghadapi Covid-19.