Semester I 2020, APBN Sudah Defisit Rp 257,8 Triliun

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menkeu Sri Mulyani memberikan keterangan pers terkait laporan APBN 2019 di Jakarta, Selasa 7 Januari 2020. Menkeu menyatakan realisasi APBN 2019 masih terarah dan terkendali meskipun terjadi defisit sebesar Rp353 triliun atau sebesar 2,20 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Tempo/Tony Hartawan

    Menkeu Sri Mulyani memberikan keterangan pers terkait laporan APBN 2019 di Jakarta, Selasa 7 Januari 2020. Menkeu menyatakan realisasi APBN 2019 masih terarah dan terkendali meskipun terjadi defisit sebesar Rp353 triliun atau sebesar 2,20 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Keuangan mencatat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara pada Semester I 2020 sebesar Rp 257,8 triliun atau sebesar 1,57 persen terhadap Produk Domestik Bruto. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2020, APBN 2020 diprediksi akan defisit Rp 1.039,2 triliun atau 6,34 persen PDB untuk keseluruhan tahun. 

    "Itu sejalan dengan turunnya pendapatan akibat perlambatan ekonomi, sedangkan kinerja tetap dapat tumbuh positif dalam rangka mendukung penanganan Covid-19," ujar Sri Mulyani dalam rapat bersama Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat, Kamis, 9 Juli 2020.

    Sepanjang paruh pertama 2020, pendapatan negara tercatat Rp 811,2 triliun atau tumbuh negatif 9,8 persen ketimbang periode yang sama tahun lalu. Pada Semester I 2019, penerimaan negara tercatat sebesar Rp 899,6 triliun.

    Penerimaan perpajakan tercatat sebesar Rp 624,9 triliun pada Semester I 2020. Angka itu merosot 9,4 persen ketimbang tahun lalu yang sebesar Rp 689,9 triliun. Tercatat penerimaan dari pajak adalah sebesar Rp 531,7 triliun atau turun 12 persen dari sebelumnya.

    Sementara itu, pemasukan dari kepabeanan dan cukai terpantau masih tumbuh positif 8,8 persen dari tahun lalu, yaitu sebesar Rp 93,2 triliun. Penurunan dari penerimaan pajak terjadi, kata Sri Mulyani, lantaran adanya perlambatan ekonomi serta adanya pemberian insentif dalam rangka penanganan dan pemulihan ekonomi akibat pagebluk.

    Penerimaan Negara Bukan Pajak juga terpantau merosot 11,8 persen ke angka Rp 184,5 triliun pada paruh awal tahun ini. PNBP dari Sumber Daya Alam tercatat sebesar Rp 54,5 triliun atau turun 22,9 persen. Sedangkan PNBP Non-SDA Rp 130 triliun atau tumbuh minus 6,1 persen. Adapun penerimaan hibah adalah sebesar Rp 1,7 triliun pada Semester I 2020.

    Adapun dari sisi belanja negara, tercatat ada pertumbuhan 3,3 persen ketimbang tahun lalu, menjadi Rp 1.068,9 persen pada semester I 2020. Komponennya, belanja pemerintah pusat tercatat Rp 668,5 triliun atau tumbuh 6 persen dari sebelumnya. Adapun besar Transfer ke Daerah dan Dana Desa pada enam bulan pertama ini adalah Rp 400,4 triliun atau turun 0,9 persen dari tahun lalu.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Inpres Jokowi Mencampur Militer dengan Sipil dalam Penerapan Protokol Kesehatan

    Melalui Inpres Nomor 6 Tahun 2020, Jokowi menginstruksikan Panglima TNI dan Kapolri untuk membantu penerapan protokol kesehatan menghadapi Covid-19.