BKPM Ajak Pelajar RI di Luar Negeri Bantu Gaet Investor Asing

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia saat ditemui di Kantor BKPM, Jakarta Selatan, Jumat, 6 Maret 2020. Tempo/Fajar Pebrianto

    Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia saat ditemui di Kantor BKPM, Jakarta Selatan, Jumat, 6 Maret 2020. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.Co, Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengajak pelajar Indonesia di luar negeri untuk membantu menggaet investor asing masuk ke Indonesia.

    Menurut Bahlil, BKPM punya 9 kantor perwakilan di luar negeri. Nantinya, anggota Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) bisa menyiapkan proposal kerja sama. Selanjutnya, BKPM pun membuka kesempatan untuk kegiatan magang dan mendapatkan pengalaman langsung.

    Aktivitas ini bisa disesuaikan dengan negara terdekatnya. "Nanti kita kolaborasi,” kata Bahlil dalam acara CEO Talk bersama PPI, seperti yang dilansir dalam siaran pers pada Rabu, 8 Juli 2020.

    Saat ini, Bahlil tengah berupaya menggenjot investasi asing masuk ke Indonesia. Sepanjang Januari-Maret 2020, Penanaman Modal Asing (PMA) yang masuk turun 9,2 persen dibandingkan tahun lalu, menjadi Rp 98,3 triliun.

    Meski demikian, Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada 30 Juni lalu memastikan tujuh perusahaan yang hengkang dari Cina sudah masuk ke Indonesia. "Hari ini, saya senang, sudah ada tujuh perusahaan yang masuk. Ini sudah pasti ini," ujar Jokowi.

    Ketujuh perusahaan ini masuk ke Kawasan Industri Batang, Jawa Tengah. Kepada para pelajar di PPI pun, Bahlil menyebut ada 4.300 hektare lahan disiapkan di lokasi ini. 100 hektare di antaranya disiapkan untuk UMKM. "Nanti bagaimana UMKM yang bagus, PPI coba bantu," kata dia.

    Menurut Bahlil, dirinya percaya bahwa yang bisa mengubah bangsa adalah orang yang memiliki ilmu. "Manfaatkanlah ilmu teman-teman untuk berpikir tentang pembangunan bangsa," kata dia.

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.