Per Jumat Ini, Perjalanan Kereta dari Bandung ke Jakarta Ditambah

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menyemprot disinfektan di seluruh rangkaian kereta Argo Parahyangan Bandung Jakarta di Stasiun Bandung, Ahad, 15 Maret 2020. PT Kereta Api Indonesia Daop 2 melakukan penyemprotan disinfektan pada rangkaian kereta jarak jauh untuk mencegah penyebaran virus corona. TEMPO/Prima Mulia

    Petugas menyemprot disinfektan di seluruh rangkaian kereta Argo Parahyangan Bandung Jakarta di Stasiun Bandung, Ahad, 15 Maret 2020. PT Kereta Api Indonesia Daop 2 melakukan penyemprotan disinfektan pada rangkaian kereta jarak jauh untuk mencegah penyebaran virus corona. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI Daerah Operasi 2 Bandung, Noxy Citrea mengatakan, mulai akhir pekan ini frekuensi kereta dari Stasiun Bandung menuju Jakarta ditambah. ”Terhitung mulai Jumat, 10 Juli 2020, PT KAI kembali menambah 3 perjalanan kereta jarak jauh dari Bandung menuju Jakarta,” kata dia, Rabu, 8 Juli 2020.

    Noxy merinci tiga perjalanan kereta tersebut yakni Kereta Api Argo Parahyangan yang berangkat dari Stasiun Bandung pukul 04.55 WIB. Kereta kedua berangkat pukul 06.45 WIB, dan ketiga berangkat pada pukul 11.10 WIB.

    Tiga perjalanan kereta tersebut sementara beroperasi hanya setiap akhir pekan. “Pada tahap awal KA Argo Parahyangan akan dioperasikan pada akhir pekan saja, yakni Jumat, Sabtu, Minggu, dan Senin,” ucap Noxy. "Karena minat masyarakat untuk bepergian dengan kereta api jarak jauh lebih tinggi dibandingkan dengan hari-hari biasa."

    Pemesanan tiket kereta bisa dipesan via aplikasi KAI Acces atau channel penjualan resmi lainnya. Pembelian tiket kereta juga bisa dilakukan di stasiun pemberangkatan yang akan dibuka 3 jam sebelum jadwal Keberangkatan kereta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.