Kuartal I, Penjualan Perumnas Anjlok 50 Persen Lebih jadi 166 M

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perum Perumnas menunjukan maket TOD Depok pada peletakan batu pertama pembangunan rumah susun milik pemerintah di Stasiun Pondok Cina, Beji, Depok, 2 Oktober 2017. Tempo/Imam Hamdi

    Perum Perumnas menunjukan maket TOD Depok pada peletakan batu pertama pembangunan rumah susun milik pemerintah di Stasiun Pondok Cina, Beji, Depok, 2 Oktober 2017. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Perum Perumnas mengaku sangat terdampak pandemi virus corona atau Covid-19. Direktur Utama Perum Perumnas Budi Saddewa Soediro menyebutkan hal itu tercermin dari turunnya volume penjualan pada kuartal I tahun 2020.

    Budi lalu membandingkan pada kuartal I tahun 2019, perseroan mencatatkan penjualan sebesar Rp 421 miliar. Namun di triwulan yang sama tahun ini, Perumnas hanya mendapatkan penghasilan dari penjualan sebesar Rp 166 miliar. Artinya penjualan jeblok hingga lebih dari 50 persen.

    "Segmen pasar kami ini paling terdampak terhadap ekonominya. Sehingga serapan atas produk kami sangat rendah. Ini mengakibatkan kami dalam posisi kesulitan finansial, karena pemasukan sangat rendah," kata dia saat Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR, Rabu, 8 Juli 2020.

    Jika dibandingkan dengan penerimaan kas pada 2018-2019, penurunan penerimaan mulai sangat terasa lagi pada April 2020. Jika pada Maret 2020 pendapatan dari penjualan sebesar Rp 146 miliar, di April 2020 anjlok menjadi Rp 60 miliar saja.

    Angka tersebut, kata Budi, berpotensi terus turun virus Corona masih mewabah di Indonesia. Perusahaan sudah menghitung, per Mei 2020, pendapatan dari perseroan hanya mencapai Rp 41 miliar saja. "Jadi memang dampak Covid ini luar bisa kepada Perumnas sehingga mengakibatkan kami dalam posisi kesulitan finansial," ucap Budi.

    Lebih jauh Budi memaparkan sebetulnya Perumnas telah melakukan berbagai macam cara guna memperbaiki kinerja keuangannya, seperti mengubah cara penjualan hingga mencari pendanaan melalui BUMN lain. Namun hal itu dirasa tak cukup untuk meningkatkan kemampuan keuangan. "Karena memang likuiditasnya sangat terganggu," tuturnya.

    Oleh karena itu, Perumnas saat ini mengajukan untuk mendapatkan porsi dana talangan sebanyak Rp 650 miliar untuk menambah modal kerja perseroan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa Efek Buruk Asupan Gula Berlebih Selain Jadi Penyebab Diabetes dan Stroke

    Sudah banyak informasi ihwal efek buruk asupan gula berlebih. Kini ada satu penyakit lagi yang bisa ditimbulkan oleh konsumsi gula berlebihan.